Saturday, May 25, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaDanramil 0803/12 Dolopo bersama Pemkab Madiun melaksanakanSafari Ramadhan

Danramil 0803/12 Dolopo bersama Pemkab Madiun melaksanakanSafari Ramadhan

Madiun,Investigasitop.com- Tim Safari Ramadhan Pemkb. Madiun
kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di 2 lokasi. Rombongan 1 dipimpin
langsung oleh Bupati Madiun melaksanakan ibadah sholat Tarawih di Masjid Baitul
Muhsinin Dusun. Krajan dan romobongan ke 2 dipimpin oleh Wakil Bupati Madiun
melaksanakan safari Ramadhan di Masjid Nurul Islam Al-Amin Ds. Gununsari
Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Selasa (6/6/17).
Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos
dalaam sambutannyaa antara lain mengatakan, bahwa kegiatan Safari Ramadhan yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dimaksudkan untuk menjalin
silaturahmi antara Pemkab. Madiun dengan warga masyarakatnya, sekaligus melihat
dari dekat kegiatan keagamaan masyrakat di 15 Kecamatan utamanya pada saat
bulan suci Ramadhan. 
Kegiatan ini dibagi menjadi tiga kelompok/rombongan, yaitu
kelompok Forkopimda, Kelompok Bupati dan Kelompok Wakil Bupati Madiun. 
Dan masing-masing kelompok melaksanakan kegiatan safari di 5 masjid pada
kecamatan yang berbeda.
Pada kesempatan ini Bupati Madiun
juga menjelaskan tentang riwayat singkat Masjid Baitul Muhsinini di Dusun.
Krajan , Kecamatan  Dolopo, bahwa masjid
Baitul Muhsinin berdiri sejak 153 tahun silam didirikan oleh K. Muksin kala
itu. Dalam perjalanan panjangnya masjid ini terus mengalami perkembangan dan
renovasi hingga saat ini menjadi masjid yang megah.  Bupati juga
menginformasikan, bahwa masyarakat Kab. Madiun memang berbeda dengan masyarakat
yang berada di daerah timur yang memang Kiyainya besar dan  fuel power.
Sedangkan di wilayah Kab. Madiun kondisinya ya seperti yang kita lihaat saat
ini. Apalagi pada waktu itu Kab. Madiun diopinikan sebagai daerah PKI. Tetapi
sebenarnya hal itu salah sama sekali, maka dari itu H. Muhtarom, S.Sos
sebagai  Bupati Madiun yang meneruskan perjuangan pendahulu ingin merubah
, bahwa Kab. Madiun bukan daerh PKI tetapi daerah korban PKI. Bahkan Kab .
Madiun sendiri dari sejarahnya sistem pemerintahannya dari Demak, sehingga
tidak mungkin Kab. Madiun sebagai daerah non agamis. Bahkan diwilayah Kab.
Madiun ini banyak berdiri Pondok Pesantren meski tidak sebesar seperti yang
berada di daerah timur.
Kec. Dolopo merupakan salah satu
basis wilayah pengembang agama Islam dan salah satunya adalah Masjid Baitul
Muhsinin di Dsn. Krajan Ds/Kec. Dolopo. Sehingga disekitar Dolopo ini apabila
sudah memasuki bulan suci Ramadhan sudah banyak sekali kegiatan keagamaan
dilaksanakan. Bahkan pelaksanaan Idul Fitri disekitar Dolopo ini berlangsung
hingga Bodo Kupat, saat itu para Kiyai masih banyak di datangi oleh
santri-santri untuk bersilaturahmi dan berhalal bihalal. Ini sudah menjadi
tradisi masyarakat Dolopo, bahkan Bupati Madiun merasa bahwa dirinya juga
mendapatkan berkahnya. Untuk itu pada saat Idul Fitri beliau tidak pernah
keluar kota, tetapi dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan santri dan
masyarakat Kab. Madiun.
Terkait dengan masalah keamanan lalu
lintas, Bupati Madiun menghimbau agar masyarakat berhati-hati karena saat ini
jumlah pengguna jalan semakin ramai dengan kondisi jalan yang bagus. Hindari
kebut-kebutan dijalan karena kalau sampai terjadi kecelakaan akan berakibat
fatal. Seperti kita ketahui bersama, bahwa jumlah kendaraan bermotor setiap
bulan mengalami peningkatan rata-rata sekitar 1500 unit. Untuk itu kita harus
selalu berhati-hati dan mengalah saat dijalan raya demi keselamatan kita.
Diinformasikan, bahwa di Jawa Timur rata-rata orang meninggal dunia akibat
kecelekaan kisaran 14 orang, sehingga kalau diakumulasikan seperti korban
perang. Apalagi kalau ditambah dengan korban penyalah gunaan Narkoba yang
rata-rata setiap hari mencapai 50 orang di Indonesia. Untuk itu orang tua
dihimbau untuk mengawasi anak-anaknya, jangan sampai kita kehilangaan
regenerasi.
Tidak lama lagi setalah kita
berpuasa Ramadhan akan datang lebaran Idul Fitri, Bupati Madiun menghimbau agar
masyarakat tidak gupuh untuk menyambut datangnya Idul Fitri, jangan
mengada-ada, seadanya saja jangan kemrungsung. Kalau untuk merayakan lebaran
dengan mengada-ada dikhawatirkan akan merepotkan diri sendiri, yang paling
penting adalah silaturakhim yang menjadi hak adam untuk saling memaafkan.
Terkait dengan keamanan, Bupati H.
Muhtarom, S.Sos mengingatkan agar saat akan meninggalkan rumah menuju masjid
untuk beribadah hendaknya pastikan kondisi rumah aman. Kunci pintu rumah,
matikan listrik yang tidak berguna dan juga matikan kompor. Meski sepele ini
penting karena kalau kita lengah akan berakibat fatal dan merugikan diri
sendiri.
Usai melaksanakan Ibahah sholat
Tarawih dan Sholat Witir berjamaah  dengan  Ulama dan masyarakat
Wakil Bupati Madiun Drs. H. Iswanto, M.Si berkenan menyerahkan bantuan uang
untuk perawatan Masjid Nurul Iman sebesar Rp.2.500.000,-, bantuan kepada 5
orang kaum duafa masing-masing menerima Rp.200.000,- dan juga bantuan Al-Qur’an.(Jat)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -













Most Popular