Dapat Intimidasi dari Irjen Napoleon, Dion: Tommy Akan Buat Laporan

0
Kuasa hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor

Jakarta, Investigasi.today – Melalui kuasa hukumnya, Dion Pongkor, terpidana kasus suap dan penghapusan red notice, Tommy Sumardi mengaku mendapat intimidasi ancaman pembunuhan saat proses pembuatan rekaman yang beredar luas di media sosial dari terpidana Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim.

Dalam rekaman tersebut terdapat pembicaraan diantara tiga terpidana kasus tersebut, yakni Irjen Napoleon beserta Tommy Sumardi dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Mereka membicarakan sejumlah hal terkait kasus suap dan penghapusan red notice yang sempat menyinggung peran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus tersebut.

Terkait langkah selanjutnya yang akan diambil, Dion Pongkor mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk melaporkan Napoleon ke Bareskrim Polri.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk buat laporan,” ungkap Dion, Kamis (7/10).

“Terkait kapannya, kami diskusikan dulu,” lanjutnya.

Dion Pongkor menuturkan bahwa Tommy dalam tekanan Napoleon saat membuat pernyataan yang kemudian direkam dan tersebar. Insiden itu terjadi di Rutan Bareskrim, saat itu Tommy juga diancam diibunuh.

“Di bawah tekanan. Daripada digebuk, bukan cuma digebuk dia jawab, daripada saya dibunuh, katanya. Saya ikutin aja mau dia. Tapi dalam sidang enggak pernah dicabut. Sumbernya kan di BAP,” tutur Dion.

Dion menambahkan pengaruh Napoleon di Rutan Bareskrim masih sangat kuat. Hal itu terlihat dalam kasus penganiayaan tersangka penista agama Muhammad Kece.

“Kalian lihatkan bagaimana Muhammad Kece digebukin di dalam penjara. Dia punya bintang 2, seragam bintang dua. Dia berkuasa dalam penjara, polisi-polisi semua enggak ada yang berani ama dia. Waktu itu (Tommy) dibawa ke bawah situ dia didikte, disuruh, kamu ngomong begini ya. Gitu lah,” tandas Dion. (Ink)