Monday, August 31, 2026
HomeBerita BaruPeristiwaDari Busana Adat hingga Sound Horeg, Glindah Carnival 2026 Sulap Jalan Desa...

Dari Busana Adat hingga Sound Horeg, Glindah Carnival 2026 Sulap Jalan Desa Jadi Panggung Budaya

Gresik, Investigasi.today Jalanan Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, berubah menjadi panggung rakyat, Minggu (30/8/2026). Sejak sore hingga malam, ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute Glindah Carnival 2026 untuk merayakan puncak kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bukan hanya peserta karnaval yang memenuhi jalan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berjejer di sepanjang rute, menunggu iring-iringan peserta melintas. Suasana desa yang biasanya tenang mendadak berubah semarak oleh gelak tawa, sorak warga, warna-warni kostum, dan dentuman musik.

Glindah Carnival 2026 menjadi magnet tersendiri bagi warga. Berbagai kreativitas dari sejumlah dusun ditampilkan dalam parade yang menggabungkan budaya Nusantara, kebersamaan warga, dan hiburan musik.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan ibu-ibu Desa Glindah yang mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan balutan kostum warna-warni, mereka berjalan dalam barisan karnaval sekaligus membawa pesan tentang pentingnya menjaga kekayaan budaya bangsa.

Namun, atmosfer semakin bergelora ketika rombongan sound horeg mulai bergerak. Dentuman musik dari kendaraan parade menggema sepanjang jalan dan sontak mengundang antusiasme warga yang sejak sore memadati rute karnaval.

Kepala Desa Glindah, Sutri, mengatakan Glindah Carnival tidak sekadar digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang hiburan sekaligus momentum mempererat hubungan antarwarga.

“Tujuan diadakannya perayaan HUT ke-81 RI salah satunya sebagai hiburan bagi warga Glindah. Selain itu, karnaval ini untuk memupuk kerukunan antarwarga,” ujarnya.

Menurut Sutri, kegiatan yang dilakukan dengan berjalan kaki bersama juga menjadi aktivitas positif bagi warga. Seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi, sekaligus menikmati momentum kemerdekaan secara bersama-sama.

Ia mengapresiasi kreativitas dan antusiasme warga dari masing-masing dusun yang ikut ambil bagian dalam karnaval.

“Terima kasih atas kreativitas warga. Mari kita tingkatkan tali silaturahmi dan tunjukkan budaya yang tertib dan santun saat di jalan,” katanya.

Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan karnaval resmi diberangkatkan setelah dilepas langsung oleh Kepala Desa Glindah. Dengan semangat kebersamaan, peserta kemudian bergerak dari Dusun Balong Tambak menuju garis finis di lapangan depan Balai Desa Glindah.

Agar arus karnaval dan aktivitas warga tetap berjalan aman, sejumlah personel pengamanan turut diterjunkan. Mereka terdiri dari aparat Polsek Kedamean, Koramil Kedamean, Linmas hingga Karang Taruna.

Sutri juga mengajak seluruh warga menjaga suasana tetap aman dan nyaman hingga seluruh rangkaian karnaval selesai.

“Jaga terus kerukunan. Mari ciptakan kenyamanan selama jalannya Glindah Carnival hingga garis finis. Ayo kita bergembira semua,” ajaknya.

Yang menarik, kemeriahan Glindah Carnival tahun ini tidak hanya menampilkan kostum. Enam dusun turut mengirimkan perwakilan parade sound horeg, yakni Dusun Glindah Lor, Glindah Tengah, Glindah Kidul, Balong Tambak, Karangmangu dan Tegalsari.

Perpaduan parade budaya dan musik tersebut membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pesta rakyat yang digelar di ruang publik desa.

Nuansa busana adat Nusantara yang ditampilkan peserta juga memiliki pesan tersendiri. Pemerintah Desa Glindah ingin menjadikan karnaval sebagai sarana mengenalkan sekaligus merawat keberagaman budaya Indonesia.

Di balik kemeriahan tersebut, terselip semangat guyub rukun dan nguri-uri kebudayaan bangsa—tradisi yang terus dijaga agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup di tengah masyarakat.

Glindah Carnival 2026 akhirnya bukan sekadar parade untuk merayakan kemerdekaan. Jalan desa menjadi ruang perjumpaan warga, budaya menjadi identitas yang dipertontonkan, sementara kemeriahan menjadi cara masyarakat merawat kebersamaan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular