Debut Perdana Anggota Dewan DKI Jakarta, PSI Tunjukkan Taring

0

Jakarta, Investigasi.today – Tetdapat 8 anggota dewan Fraksi PSI dari 106 Anggota DPRD DKI Jakarta resmi dilantik pada, Senin (26/8) kemarin. Meski menjadi partai baru, PSI mampu menunjukkan taringnya dan terbukti berjaya di Ibu Kota.

Bertekad membawa perubahan untuk wajah Jakarta, beberapa gebrakan sudan disiapkan PSI dalam debut perdananya di DPRD DKI Jakarta, bahkan yang sudah dilakukan adalah menolak pin emas. PSI berpendapat anggaran pengadaan pin emas lebih baik digunakan ke arah yang bermanfaat, seperti peningkatan program pelayanan masyarakat dan juga tidak ada aturan yang mewajibkan pembuatan pin yang menjadi simbol keanggotaan legislatif harus berbahan dasar emas.
Anggota DPRD fraksi PSI, Idris Ahmad menyampaikan “jika fungsinya hanya sebatas simbol, bahan kuningan tembaga atau lainnya yang lebih murah bisa menjadi alternatif selain emas. Di Medan, Magetan, dan Ponorogo saja sudah mulai mengganti pin emas jadi berbahan kuningan. Berarti tidak wajib kan?” ucapnya.

Selain itu, para anggota dewan dari PSI juga akan menyediakan waktu khusus pada pagi hari satu disela-sela tidak ada aktifitas untuk membuka layanan pengaduan di ruangan fraksi.

Terkait hal ini, Anggota DPRD fraksi PSI August Hamonangan, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekretaris Dewan.
“Kami akan membuka ruang layanan pengaduan di fraksi, jika warga kerepotan datang pagi, kita bisa layani di sela-sela tidak ada aktivitas anggota dewan atau semua sudah pada pulang, kita masih membuka pintu untuk warga DKI menyampaikan pengaduan. Di siang hari atau sore hari sebelum jam kerja ini selesai,”ungkapnya, Selasa (27/8).

Tidak hanya membuka ruang pengaduan, anggota dewan dari PSI juga akan datang dan pulang kerja tepat waktu. Selama ini pihaknya mendapat banyak informasi terkait kinerja anggota dewan yang datang dan pulang sesuka hati. Selain informasi dari luar, dia juga mengaku menyaksikan sendiri perilaku demikian.

“Beberapa kali saya datang ke DPRD jam 9-10 masih sepi dan kembali lagi jam makan siang ya pada enggak ada, sunyi,” tuturnya.

Selain kedua hal diatas, PSI juga bertekad untuk masuk dalam Pansus pemilihan wakil gubernur. PSI ingin terlibat menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang ditinggalkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yakni memilih wakil gubernur pendamping Anies Baswedan. (Ink)