Desakan Penundaan Pilkada, Tito: Belum Ada Jaminan Kapan Pandemi Berakhir

0
Mendagri Tito Karnavian

Jakarta, Investigasi.today – Dalam diskusi webinar ‘Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikkan Ekonomi’, Tito Karnavian menjawab desakan sejumlah pihak yang meminta Pilkada 2020 ditunda. Penyebabnya, pandemi COVID-19 belum melandai dan dikhawatirkan akan terjadi klaster penularan saat Pilkada.

Terkait hal itu Mendagri Tito menegaskan, hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Sehingga tidak ada jaminan yang pasti.

“Pilkada tahun 2021 kalau kita undur apakah menjamin akan selesai, apakah enggak mungkin terjadi ledakan baru?” kata Tito.

Mantan Kapolri ini kemudian memaparkan kondisi di sejumlah negara yang juga menggelar Pemilu di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya adalah Korea Selatan yang tetap melaksanakan Pemilu di masa peak (puncak) kasus corona.

Selain itu negara-negara seperti Jepang, Prancis hingga Polandia juga menggelar Pemilu. Bahkan Amerika lebih masif sebab akan ada Pemilihan Presiden.

“Di beberapa negara lain, Jepang, Prancis, Polandia, juga melaksanakan, ada yang menunda bulan, Amerika juga melaksanakan dalam skala yang jauh lebih masif, dalam 15 November nanti dan kampanye sudah dimulai pilpres, senator, kongres, gubernur negara bagian dan juga legislator lokal,” ucap Tito.

“Sekali lagi tidak ada yang bisa memastikan tahun 2021 pandemi selesai. Sehingga skenario untuk melaksanakan Pilkada di tahun 2020, ini menjadi opsi pada saat ditentukan bulan Mei,” tambah dia.

Tito menilai sebenarnya momentum Pilkada bisa menjadi peluang penanganan pandemi virus corona jika diatur dengan baik. Dia mengusulkan tema Pilkada hanya satu yakni peran kepala daerah dalam menangani COVID-19 dan dampak sosial ekonominya. (Ink)