Friday, May 1, 2026
HomeBerita BaruTNI/PolriDi Balik May Day Kondusif Gresik: 1.200 Personel dan Strategi Senyap Aparat

Di Balik May Day Kondusif Gresik: 1.200 Personel dan Strategi Senyap Aparat

Gresik, Investigasi.today – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) berlangsung tanpa riak berarti. Di balik kemasan tasyakuran dan pembagian doorprize, aparat keamanan bergerak masif: lebih dari seribu personel disiagakan untuk memastikan tak ada celah gangguan.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menyebut perayaan tahun ini sebagai cerminan sinergi yang terbangun antara buruh, pemerintah, dan aparat. Namun, di balik narasi kebersamaan itu, pengamanan berlapis tetap menjadi prioritas utama.

“May Day berjalan kondusif, aman, dan penuh kebersamaan. Ini hasil komunikasi semua pihak,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Data di lapangan menunjukkan, Polres Gresik mengerahkan 502 personel, diperkuat 200 personel lintas instansi, serta 500 anggota Sabuk Kamtibmas. Total kekuatan ini disebar dari tingkat Polres hingga Polsek, lengkap dengan apel siaga serentak.

Tak hanya fokus pada lokasi acara, aparat juga mengunci titik-titik krusial, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar stadion untuk mencegah kemacetan dan potensi kerumunan tak terkendali.

Kapolres menegaskan, kondisi aman bukan alasan untuk lengah. Instruksi tegas diberikan: seluruh personel harus siap bergerak cepat jika situasi berubah.

“Jangan kendor. Semua harus siaga sesuai fungsi. Kalau dibutuhkan perkuatan, kita bergerak cepat dan tepat,” tegasnya.

Di sisi lain, pendekatan yang diusung tak melulu represif. Polisi mengedepankan strategi preventif dan humanis melalui komunikasi intensif dengan serikat pekerja. Dialog dijadikan alat untuk meredam potensi gesekan sekaligus menjaga agar aspirasi buruh tetap tersalurkan tanpa memicu konflik.

Pertanyaannya, apakah model perayaan yang “tenang” ini benar-benar mencerminkan kepuasan buruh, atau justru hasil dari kontrol yang semakin rapi?

Yang jelas, hingga acara usai, Gresik tetap dalam status aman. Stabilitas terjaga, aktivitas masyarakat berjalan normal, dan hubungan buruh-pemerintah terlihat harmonis—setidaknya di permukaan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular