Disiplin Ketat Ala SMPN 5 Kepanjen

0

Malang, investigasi.today – Kepala Sekolah SMPN 5 Kepanjen Kabupaten Malang Drs. H Mulayadi MSi saat di temui Investigasi berapa hari lalu, pasca kejadian salah satu siswa yang ketahuan membawa Hp di saat melakukan kegiatan Les.

Berdasarkan pantauan Investigasi saat itu Wali murid yang tidak perlu disebutkan namanya, mengklarifikasi terkait Hp yang telah di sita oleh salah satu Guru di sekolah tersebut, Wali murid mengatakan bahwa anaknya slama ini tidak pernah bawa Hp Kesekolah hanya pada saat itu ia membawakan Hp lantaran kelurganya yang biasanya jemput lagi repot tidak bisa jemput. Akhirnya dengan terpaksa anaknya di bawakan Hp dengan harapan nanti kalau sudah pulang suruh SMS atau Tlp agar ibunya bisa langsung jemput.

Dengan alasan itulah pihak kelurga walau sudah tau kalau bawa Hp itu adalah sesuatu yang di larang dari Sekolah, tetap membawakan Hp karena sesuatu alasan.

Pasca di sitanya Hp anaknya, wali murid meminta Hp untuk di kembalikan akan tetapi pihak sekolah sementara tidak langsung memberikan karena perlu ada penjelasan dan perjanjian agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kepala Sekolah Drs. H Mulyadi saat di konfirmasi terkait permasalahan tersebut menjelaskan bahwa “Hal seperti ini memang sekolah memiliki aturan yang ketat apapun alasannya pihak sekolah tetap mengetrapkan prosedur yang tegas, apabila hal ini tidak diterapkan dengan tegas akan memicu terjadinya peristiwa serupa pada siswa yang lain.

Kepsek juga menegaskan “Kami bukan tidak mau mengembalikan Hp sitaan tersebut mas, namun kami perlu memberikan arahan kembali pada Wali Murid dan pada siswa-siswi yang melanggar aturan”.

“Tetap masalah Hp akan di kembalikan namun harus melalui prosedur, ada perjanjian yang menyebutkan tidak akan mengulangi kembali”, sambungnya. Pak Mulyadi selaku pengendali di SMPN 5 juga mengatakan “berbagai aturan yang di langgar oleh siswa harus disikapi secara telaren dan sabar, karena khawatir terjadi kesalahfahaman dengan Wali Murid, ini semua demi kebaikan dan kedisiplinan para Siswa-Siswi di Sekolah Ini”, tegasnya.

Penegakan peraturan memang bagus, tapi harus diingat juga sekarang ini zaman sudah berubah dan Hp bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau bahkan dihindari. Jangan cuma pandai menciptakan peraturan, tapi akan lebih bijaksana jika menciptakan solusi/pemecahan dari suatu masalah. Bagaimana jika sewaktu pulang dari sekolah terjadi sesuatu yang menimpa siswa ? apakah pihak sekolah bisa terus memantau setiap siswa sampai tiba dirumah ? apakah pihak sekolah mempunyai tenaga yang cukup, sedangkan ada ratusan siswa. Banyak cara untuk menyiasati masalah itu, sebuah sekolah di surabaya menerapkan aturan larangan membawa hp kesekolah. Tapi pihak sekolah juga membuat kelonggaran dengan sanksi yang tegas. Siswa diperbolehkan bawa hp, tapi saat masuk kelas semua hp harus dititipkan/ditaruh disatu tempat yang disediakan. Jika ada yang melanggar, maka hp akan disita dan tidak bisa diambil lagi ( kecuali lulus sekolah ). Di satu sisi aturan tetap ditegakkan, tapi disisi lain kita juga tidak bisa menghindari teknologi ( apalagi itu sudah menjadi kebutuhan ). (Utsman)