Dituduh Rekayasa Quick Count dan Terima Rp 450 Miliar, Bos Indikator Lapor Polisi

0

Burhanuddin Muhtadi usai membuat laporan polisi

JAKARTA, Investigasi.Today – Sejumlah akun sosial media dilaporkan ke Bareskrim Mabes polri karena menuduh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator, Burhanudin Muhtadi telah menerima uang Rp 450 milliar agar merekayasa hasil survei untuk memenangkan pasangan 01 Jokowi-Maruf.

Akun-akun yang dilaporkan tersebut adalah dua akun Facebook atas nama Al Rumy dan Adiba Gus MJ. Kemudian, akun Twitter @Slivy_Riau dan @andi_riau.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Burhanuddin menyampaikan sejak kemarin dirinya diserang ribuan akun yang menuduhnya telah menerima bayaran sebesar Rp 450 miliar dan menjadi dalang quick count palsu menggunakan strategi post truth yang tayang di stasiun TV.

Burhanuddin menerangkan dalam postingan video yang beredar di sosial media itu menunjukan saat dirinya tengah memberikan materi dan Burhanuddin mengaku dituduh melakukan strategi post truth dengan memborbardir publik melalui quick count yang memenangkan Paslon 01.

“Semua bisa cek video tersebut, sama sekali tidak ada kaitannya dengan quick count. Tgl 21 Maret saya bersama Prof Renald Gazali diundang dalam diskusi untuk membicarakan tentang elektabilitas Pak Jokowi,” tegasnya.

Burhanuddin saat menunjukkan laporan polisi

Sebelum menempuh jalur hukum, Burhanuddin terlebih dulu melakukan klarifikasi di akun Twitternya untuk membantah tudingan tersebut. Karena tudingan bernuansa hoax itu terlanjur menyebar luas dan membangun persepsi publik, agar kejadian tidak terulang pihaknya terpaksa melaporkan ke polisi.

“Tudingan tersebut sudah viral dan sulit untuk dibendung. D terpaksa memberikan pelajaran agar ruang publik kita steril dari hoax dan fitnah,” tandasnya.

Burhanuddin juga menambahkan bahwa ia melihat ada upaya sistematik dari akun-akun tersebut untuk menyerang kredibilitas lembaga survei seolah-olah membuat hoax. Untuk itu, dalam laporannya, keempat akun tersebut disangkakan pasal terkait fitnah dan pencemaran nama baik.
“Berhubung melalui medsos, maka kami gunakan UU ITE Pasal 27 juncto 45 ayat 3, juncto KUHP 330, 331,” terangnya.

Laporan Burhanuddin inipun diterima Bareskrim Polri dengan nomor: LP/B/0394/IV/Bareskrim tanggal 22 April 2019. (Ink)