Dubes RI Tinjau Perkembangan Teknologi Nuklir pada Sektor Pertanian di Kabupaten Sidoarjo

0

SIDOARJO, Investigasi.today – Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH menerima kunjungan Duta Besar RI Wina Austria, Darmansjah Djumala dan Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (BATAN), Dr. Hendig Winarno di Ruang Delta Wicaksana, Selasa (23/7).

Kunjungan Dubes RI Wina Austria untuk meninjau penerapan Teknologi Nuklir di sektor Pertanian, khususnya varietas unggul padi di Kabupaten Sidoarjo.

Nuklir biasanya dianggap oleh beberapa orang sebagai hal yang menakutkan, dalam arti membawa bencana terhadap kehidupan manusia. Namun tidak dengan kali ini, ternyata nuklir dapat dikembangkan sebagai hal yang menguntungkan bagi kehidupan manusia.

Duta besar Indonesia untuk Austria mengatakan bahwa hal ini telah dibuktikan dengan pemanfaatan nuklir yang telah dilakukan di Indonesia, dimulai dari dua (2) peternak sapi asal Subang yang diundangnya ke sidang PBB pada bulan September tahun 2018 untuk menceritakan keberhasilan mereka dalam peningkatan di bidang pemanfaatan nuklir untuk peternakan.

Dengan berhasilnya pemanfaatan nuklir dalam hal pertanian, duta besar dan Badan Tenaga Nuklir Nasional berharap pemanfaatan nuklir dalam bidang pertanian juga akan membuahkan hasil.

Pada tahun 2018 lalu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional pada Sektor Pertanian mengembangkan penangkaran Padi , dengan jenis benih yang bernama Sidenuk singkatan dari Si Dedikasi Nuklir dan Mugibas singkatan dari Mugtan Unggul Iradiasi Batan. Benih ditanam di lahan 0,3 Hektar dan Panen di bulan Mei 2018 Sebanyak 3.800 Kg gabah kering Panen dan di olah menjadi benih sebanyak 3.100 Kg gabah kering giling, Selanjutnya Benih didistribusikan untuk penyebaran pada 21 titik di 17 Kecamatan dengan luas 64 Hektar di tahun 2019, Paparnya Kadis Pertanian Sidoarjo.

Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir (BATAN), Dr. Hendig Winarno menjelaskan bahwa yang membedakan dari padi dengan teknologi nuklir adalah padi ini diteliti dengan radiasi, yang membuat padi tersebut akan mengalami mutasi genetik yang akan menghasilkan padi-padi yang memiliki kualitas baik. Dengan baiknya kualitas padi, maka akan menciptakan nilai produktivitas yang tinggi, tahan dari penyakit, dan memiliki rasa yang lebih enak. Padi-padi ini memiliki masa tanam yang sama dengan lainnya, Namun Badan Tenaga Nuklir Nasional sedang mengembangkan padi yang memiliki masa tanam lebih cepat.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin mengajak Rombongan Dubes Wina Austria dan Deputi BATAN untuk langsung meninjau dan berdiskusi bersama Kelompok Tani Desa Pilang, Wonoayu menerapkan Benih Padi Sidenuk dan Mugibas di lahan sawahnya.

Darmansjah Djumala, berpendapat bahwa pengaplikasian tersebut sudah berjalan dengan baik dan kedepannya perlu dikembangkan lebih lanjut, Dubes Austria akan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Badan Tenaga Nuklir Nasional meninjau perkembangan teknologi nuklir, untuk menjadi bekalnya sebagai promosi Hasil Padi Kabupaten Sidoarjo dalam pengaplikasian nuklir di Sektor pertanian ini di lembaga forum dunia yaitu PBB dan Lembaga Atom Dunia di Wina, Austria. Dan diharapkan dapat meningkatkan sosial ekonomi desa di Sidoarjo terutama dalam hal produksi padi”, Tutupnya Dubes Austria.

Nur Ahmad Syaifudin, selaku Wakil Bupati Sidoarjo sangat berterima kasih dengan adanya bantuan padi dari Badan Tenaga Nuklir Nasional, Yang memiliki hasil beras bagus dan rasa yang enak. Dan beliau berharap “semoga kelak petani dari Sidoarjo yang akan mewakili di Wina, untuk menceritakan kesuksesan pada dunia untuk menggunakan varietas yang telah di modifikasi dengan teknologi nuklir. Dan dengan ini berharap untuk menghilangkan pandangan terhadap nuklir yang biasa digunakan dalam hal peperangan.” Tutupnya. (Dori)