Gantikan Rommy, Suharso Jabat Plt Ketua Umum PPP

0


Suharso bersama Mbah Moen

JAKARTA, Investigasi.Today – Pasca ditetapkanya Romahurmuziy sebagai tersangka KPK karena tersandung kasus korupsi. PPP bergerak cepat dengan menggelar rapat dan pimpinan majelis partai sepakat memberhentikan Romy sebagai Ketua Umum PPP serta menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketua Umum PPP.

Untuk diketahui, Suharso Monoarfa merupakan kader PPP senior yang lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 31 Oktober 1954 silam. Selain menjadi Politikus PPP, Suharso dipilih langsung oleh Jokowi untuk menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sejak 19 Januari 2015.

Ayah 2 orang anak ini juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009 dan terpilih kembali untuk periode 2009-2014. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II, tapi mengundurkan diri karena alasan pribadi pada tanggal 17 Oktober 2011.

Terkait pendidikan, Suharso pernah menimba ilmu di Akademi Pertambangan dan Geologi pada tahun 1973, juga mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung tahun 1974 sampai 1978, serta di EDP University of Michigan pada tahun 1994.

Keputusan penunjukkan Suharso sebagai Plt juga sesuai dengan usulan Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. “Saya setuju kalau Pak Suharso jadi Plt (Pelaksanan Tugas). Wakil-wakil ketua umum tetap jadi Waketum sebagaimana waktu zaman Romy,” ujarnya.

Alasan Mbah Moen merekomendasikan Suharso, karena ia merupakan salah satu kader senior. Selain itu, Suharso memiliki posisi yang kuat dan strategis di pemerintahan sebagai wantimpres. “Suharso termasuk kader senior di PPP, juga mempunyai jabatan tinggi sebagai Penasihat Presiden. Dan supaya pemilu tetap tenang,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Romahurmuziy ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI dan diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta dari dua orang penyuapnya, yaitu Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muh Muafaq Wirahadi. (Ink)