Kasus Amplop Serangan Fajar, Bowo Sidik Terus Bermanuver

0

JAKARTA, Investigasi.Today – Tersangka kasus suap terkait amplop ‘serangan fajar’ terus bermanuver, tidak hanya menyebut Nusron Wahid, kini Bowo Sidik Pangarso malah menyeret sosok menteri.

Bowo terus membuat kejutan saat diperiksa penyidik KPK dalam dua hari terakhir. Di hari pertama pemeriksaannya, tiba-tiba Bowo menyebut sosok Nusron sebagai orang yang memintanya untuk mengumpulkan uang ‘serangan fajar’ itu.

“Ini kepentingan partai dan Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu amplop,” ungkapnya, kemarin.

Saat ditanya wartawan mengenai kaitan amplop-amplop itu dengan Pilpres 2019, Bowo menjawab Singkat sembari menuju mobil tahanan yang sudah menunggunya.
“Yang jelas, partai kita mendukung 01,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk juga menyampaikan hal yang sama bahwa Nusron turut menyiapkan amplop sebanyak 600 ribu demi kemenangan sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah II. “Klien kami menyiapkan 400 ribu amplop, sementara Nusron Wahid menyiapkan 600 ribu,” terangnya.

Terkait ‘cap jempol’ yang tertera pada amplop, Saut Edward mengatakan bahwa hal tersebut hanya sebagai penanda semata. Sebab, ada pengalaman dari Bowo dan Nusron bila amplop ‘serangan fajar’ tidak sampai pada tujuan dan untuk menghindari hal itu dibuatlah tanda cap jempol.

Sementara itu, saat dihubungi terkait namanya yang dicatut oleh Bowo, Nusron Wahid langsung membantahnya dan mengaku dirinya tidak tahu menahu tentang urusan tersebut. “Semua itu tidak benar, Saya tidak tahu apa-apa,” ucapnya singkat. (Ink)