Wednesday, July 1, 2026
HomeBerita BaruJatimKasus DBD Serang Anak-anak, Pemdes Randu Padangan Kebut Fogging di Tiga RT

Kasus DBD Serang Anak-anak, Pemdes Randu Padangan Kebut Fogging di Tiga RT

Gresik, Investigasi.today – Munculnya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang sejumlah anak di Desa Randu Padangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, memicu langkah cepat pemerintah desa bersama pengurus lingkungan. Penyemprotan atau fogging dilakukan secara masif di kawasan RT 10 hingga RT 12 RW 05 pada Selasa (30/6/2026) siang guna menekan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Asap fogging mulai menyelimuti gang-gang permukiman sejak siang hari. Petugas menyisir rumah warga, saluran air, hingga titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kegiatan ini mendapat pengawalan langsung dari Ketua RT 11 RW 05 setelah adanya laporan warga yang terdampak DBD, terutama pada kelompok anak-anak.

“Kami bergerak cepat karena ada warga yang terkena demam berdarah. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran nyamuk dan melindungi warga di lingkungan sekitar,” ujar Ketua RT 11 RW 05 di sela kegiatan.

Namun, pemerintah desa menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi. Penyemprotan hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara sumber utama penyebaran tetap berasal dari jentik yang berkembang di genangan air dan tempat penampungan yang tidak terawat.

Sekretaris Desa Randu Padangan, Samsul Arif, mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, masih banyak potensi sarang nyamuk yang kerap luput dari perhatian warga, mulai dari botol bekas yang menampung air hujan hingga tempat penampungan air di dalam rumah.

“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama botol atau wadah bekas yang bisa menampung air. Tempat penampungan air di rumah juga harus dibersihkan secara rutin, minimal seminggu sekali, agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk,” katanya.

Arif menambahkan, meski memasuki pertengahan tahun, curah hujan masih sesekali terjadi di wilayah Gresik. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk menciptakan genangan yang berpotensi menjadi habitat nyamuk pembawa virus dengue.

“Musim hujan memang tidak setiap hari, tetapi genangan kecil yang dibiarkan berhari-hari sudah cukup menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu warga perlu memeriksa lingkungan sekitar rumah secara berkala,” ujarnya.

Pemerintah Desa Randu Padangan menyediakan dukungan berupa peralatan fogging dan bahan insektisida untuk membantu percepatan penanganan di wilayah terdampak. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga dan pengurus lingkungan yang menilai respons pemerintah desa cukup cepat dalam merespons laporan kasus DBD.

Ketua RT 11 RW 05 menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

“Bantuan alat dan obat fogging sangat membantu kami. Yang terpenting sekarang adalah menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama agar kasus serupa tidak bertambah,” katanya.

Pelaksanaan fogging berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Meski demikian, pemerintah desa mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan demam berdarah tidak hanya bergantung pada penyemprotan, melainkan juga kesadaran warga menjalankan pola hidup bersih, menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau membuang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Di tengah masih adanya potensi hujan dan perubahan cuaca yang tidak menentu, kewaspadaan warga menjadi kunci utama untuk mencegah DBD berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih luas di lingkungan permukiman. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular