Kawasan Kota Baru Patimban ‘Gusur’ 11 Desa dari 4 Kecamatan

0

Subang, investigasi.today – Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kecamatan Pusakanegara Kabupaten Subang, Jawa Barat, saat ini sudah masuk tahap finalisasi. Dalam masterplan Kementerian Perhubungan, proyek pelabuhan yang akan digarap oleh perusahaan patungan antara pemerintah Jepang dan Indonesia itu akan dilengkapi infrastruktur transportasi penunjang dan terintegrasi seperti jalan tol dan kereta api.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembang Daerah(BP4D) Subang Sumasna mengatakan selain pembangunan Pelabuhan Patimban, akan di bangun juga beberapa infrastruktur seperti apartemen, hotel, objek wisata, lapangan golf, stadion sepak bola, rumah sakit, Pusat pendidikan, pusat perbelanjaan(Mall) yang mana akan menjadi Kawasan Kota Baru Patimban.

“Pembangunan Kota baru Patimban sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Subang,” kata Sumasna.
Kota Baru Patimban Gunakan 11 Desa
Menurut Sumasna, pembangunan kota baru Patimban akan ‘melibatkan’ 11 desa, di empat kecamatan yakni kecamatan Pusakanegara, Pusakajaya, Pamanukan dan Legonkulon.

Rencananya 8 desa di kecamatan Pusakanegara, 1 desa di Pusakajaya yakni desa Pusakajaya, di kecamatan Pamanukan yakni desa Pamanukan Sebrang, di Kecamatan Legonkulon desa Pangarengan,” imbuhnya.

Didalam Kota Baru Patimban nantinya akan dibangun apartemen, hotel, objek wisata, lapangan golf, Stadion Sepak bola, rumah sakit, perguruan tinggi, Pusat Perbelanjaan(Mall), perumahan,” papar Sumasna.

Selain pembangunan Kota Baru Patimban, kata Sumasna, di dalam revisi RTRW Subang juga sudah dicantumkan pembangunan kawasan Industri “Kawasan industri wajib ada karena Patimban tidak bisa berdiri sendiri hanya sebagai pelabuhan tapi harus diakomodasi untuk pergudanganya, hotel dan kawasan perdagangan serta industrinya,” jelasnya.

Sementara itu disela sela kunjungannya ke Dawuan Subang Selasa (2/01/2018), Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mendukung rencana pembangunan Kota Baru Patimban dan kawasan industri oleh Subang sepanjang tidak mengganggu pertanian.

Dia mengaku, pihaknya memikirkan pula soal dampak pertumbuhan ekonomi dan budaya terhadap masyarakat setempat. Pemprov Jabar di sisi lain segera merancang kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah untuk tingkat SMA dan SMK, yang mengacu pada kebutuhan industri pelabuhan itu.

“Masyarakat pantura Subang khususnya jangan jadi penonton, mereka harus ikut terlibat jadi pelaku dari pertumbuhan ekonomi setelah ada pelabuhan Patimban,” pungkasnya. ( herman/ida )