Syarofal Anam, Salah Satu Seni Adat Sumatera Yang Masih Bertahan Di Desa Keban Agung.

0

Baturaja, investigasi.today – Syarofal Anam adalah salah satu kesenian yang berasal dari Sumatera Selatan, yang digunakan masyarakat Sumatera Selatan dalam menyambut Tamu Agung, seperti Gubernur dan Bupati atau sebagai pengiring pengantin dan atau untuk menyambut rombongan turun dari haji. Dengan menggunakan alat seperti Rebana atau dalam bahasa sumatera Terbangan, yang terbuat dari kulit sapi, yang ditabuh oleh beberapa orang dan salah satu orang nya ada yang menari ataupun pencak silat.

Tapi kesenian ini hampir punah, dikarenakan banyak yang menggunakan alat yang moderen, dizaman yang moderen ini banyak yang enggan menggunakan kesenian ini karna banyak yang berpendapat sudah ketinggalan zaman.

Tapi tidak dengan Desa Keban Agung Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Oku, dibawah kepemimpinan Kepala desa Keban Agung Bpk Rusi Iskandar berjuang penuh demi mempertahankan dan melestarikan Syarofal Anam di Desa yang dipimpinya.

” Tidak mudah membangkitkan kembali Syarofal Anam sebagai kesenian adat kita, karna tergilas oleh zaman, sekaligus pemainnya sudah banyak kesibukan lain, dari tahun 1993 sampai tahun 2000 an sempat punah atau fakum, ini baru dimunculkan lagi 2 tahun ini, baru pada masa jabatan saya selaku kades, dan kami pinta kepada ahlinya untuk menurunkan ilmunya kepada ibu – ibu, supaya tidak hilang, seminggu sekali latihan yakni setiap hari Kamis. Jelasnya, kamis (18/1/2018).

Awal – awalnya sulit untuk mengumpulkan orang – orang yang ingin belajar syarofal Anam, akhirnya kami punya ide biar ibu – ibu saja yang dilatih,
Untungnya ibu – ibu di Keban Agung ini kompak yang di koordinatori ibu kades langsung, berjuang penuh pengorbanan demi mempertahan kan dan melestarikan Syarofal Anam, “alhamdulillah berkat kerja keras bersama sekarang syarofal anam kami mulai bangkit lagi, bahkan sering diundang oleh desa lain untuk tampil.” Ujar ibu kades.

Semoga didaerah lain bisa mencontoh Desa Keban Agung, yang mau mempertahan kan dan melestarikan kesenian adat di daerahnya. Memang tidak mudah dan pasti banyak pengorbanan, tapi tetap lah pertahankan kesenian adat ditempat kita masing – masing. (tomi)