Friday, July 12, 2024
HomeBerita BaruNasionalKemenkumham Beri 15.922 Narapidana Remisi Khusus Natal

Kemenkumham Beri 15.922 Narapidana Remisi Khusus Natal

Jakarta, investigasi.today – Kemenkumham melalui Dirjen Pemasyarakatan memberikan remisi khusus (RK) Natal kepada 15.922 narapidana Kristen dan Katolik di seluruh Indonesia pada Hari Natal tahun 2023, Senin (25/12).

Dari jumlah tersebut, 15.823 narapidana menerima RK I atau pengurangan sebagian dengan rincian 3.038 orang menerima remisi 15 hari, 10.871 narapidana mendapat remisi 1 bulan, 1.404 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 510 narapidana.

Sementara remisi II atau langsung bebas sebanyak 99 orang. Rinciannya, 37 narapidana menerima pengurangan masa pidana 15 hari, 53 orang menerima remisi 1 bulan, 4 narapidana menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 5 narapidana menerima remisi 2 bulan.

Menkumham, Yasonna H. Laoly, menerangkan pengurangan masa pidana ini dimaknai sebagai penghargaan bagi narapidana yang dinilai telah mencapai penyadaran diri. Tercermin dalam sikap dan perilaku sesuai dengan norma agama dan sosial yang berlaku.

Yasonna mengucapkan selamat kepada para penerima pengurangan masa tahanan.

“Saya mengingatkan agar saudara dapat menunjukkan perilaku yang baik di tengah-tengah masyarakat,” kata Yasonna dalam keterangan tertulis melalui Koordinator Humas dan Protokol Dirjen Pemasyarakatan Deddy Eduar Eka Saputra, Minggu (24/12).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, menyampaikan hal senada. Dia menegaskan, remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.

Remisi, lanjut Reynhard, diberikan sebagai bentuk keterlibatan negara untuk menghargai dan memberi pengakuan kepada narapidana yang menunjukkan integritas, berperilaku positif, dan menjauhi pelanggaran.

“Tujuannya adalah agar remisi dapat mendorong narapidana untuk mendapatkan kesadaran pribadi yang terlihat dari tindakan dan sikap mereka sehari-hari,” jelas Reynhard.

Pemberian RK Natal Tahun 2023 sendiri diklaim berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebanyak Rp 7.955.235.000: masing-masing Rp 7.913.160 dari RK I dan Rp 42.075.000 dari RK II.

Narapidana terbanyak mendapat remisi khusus Natal berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumatera Utara sebanyak 3.166 orang, Nusa Tenggara Timur 1.896 orang, dan Kanwil Kemenkumham Papua sejumlah 1.434 orang.

Remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam UU No.22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP.

Per 15 Desember 2023, berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan, jumlah warga binaan di seluruh Indonesia berjumlah 273.375 orang. Terbagi atas 220.427 narapidana dan 52.948 tahanan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular