Khawatir Berdampak Negatif, La Lati Galang “Petisi” Penolakan Perdunu

0

BANYUWANGI, investigasi.today – Reaksi beragam Penolakan” terhadap Ormas “Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) di Banyuwangi rupanya semakin meluas.penolakan datang dari berbagai elemen masyarakat, pemerhati budaya, LSM, Ormas. MUI Tokoh Masyarakat bahkan kalangan Aktivis dan Pengacara yang di Motori oleh La Lati.SH.

Menurut La lati, “Sejak Deklarasi berdirinya Perdunu bahkan sampai di selenggarakanya diskusi bertempat di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisa Kab.Banyuwangi mayoritas peserta diskusi mengungkapkan ” Kekuatiran” akan dampak Negatif berdirinya Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) di Banyuwangi”, ujarnya.

“Namun sampai saat ini rupanya para pendiri “Persatuan Dukun Nusantara”  kelihatannya tidak terima begitu saja sekalipun di tentang oleh berbagai pihak.mereka tetap kokoh mempertahankan berdirinya Perdunu bahkan berencana menyelenggarakan “Seminar Internasional ” dengan tema: “Dukun & Perdamaian Dunia”, imbuhnya.

“Tidak tanggung-tanggung Pendakwah kawakan Gus Miftah turut di catut namanya dalam wacana Seminar Internasional tersebut. Gus Mistah dalam klarifikasinya yang di unggah  dalam kolom Youtub dan instalgram pribadinya menyatakan tidak tahu menahu dengan kegiatan tersebut”, lanjutnya.

Wacana Seminar Internasional bertemakan “Dukun & Perdamaian Dunia” rupanya menuai reaksi Penolakan dari  La Lati SH. dengan menggalang “Petisi” penolakan terhadap Persatuan Dukun Nusantara. tidak sendirian, “petisi” penolakan Perdunu rupanya di dukung oleh gabungan para Aktivis LSM & bahkan dari kalangan Pengacara.

“Petisi merupakan pembuktian jawaban publik. apakah Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) diterima oleh masyarakat Banyuwangi atau tidak?, Apakah dukun dan perdukunan sesuai dengan akidah kemurnian tauhid?, Apakah dukun dan Perdukunan tidak merendahkan marwah ulama?, apakah layak Ulama, Kyai, Gus dan Ustadz memiliki KTA dukun atau menjadi bagian dalam organisasi Dukun?, Biarlah Petisi yang bicara “, jelasnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi- kalau bukan sekarang kapan lagi jangan lagi terulang peristiwa kelam pembunuhan dukun santet seperti tahun 1998 yang justru turut memakan korban para kyai-kyai kesohor kita”, terangnya.

Tampak dalam gambar spanduk  Petisi di bentang di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. kantor Dinas Pariwisata. Kantor Departemen Agama dan Kantor Bakesbangpol Kab Banyuwangi. (Widodo)