Kinerja OPD penghasil PAD Tidak Maksimal, Target 4 Triliun Sambari-Qosim Jauh dari Kenyataan

0

GRESIK, Investigasi.Today – 4 Triliun APBD yang menjadi target Bupati Sambari dan Wabup Qosim di akhir masa jabatannya tampaknya akan jauh dari kenyataan. Pasalnya kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Gresik di berbagai sektor banyak yang tidak memenuhi target.

Anggota Banggar (badan anggaran) DPRD Gresik, Eddy Santoso menyatakan, di tahun 2018 ini PAD Gresik di hampir seluruh sektor tidak memenuhi target.

Berdasarkan hasil pembahasan antara Banggar dan Tim Anggaran (Timang) Pemkab, sektor parkir tepi jalan umum menjadi salah satu sektor yang jeblok. “Dari target Rp 5,5 miliar, hingga Agustus 2018 hanya terpenuhi Rp 1,7 miliar,” ujarnya.

Kemudian PPJ (pajak penerangan jalan) Non PLN, dari target Rp 16 miliar, hingga bulan Agustus hanya terpenuhi Rp 11 miliar.

Juga pajak reklame, dari target Rp 4,5 miliar dalam jangka waktu yang sama hanya terpenuhi Rp 2 miliar.


Teks foto ; Eddy Santoso

Begitu juga dengan retribusi parkir khusus, dari target Rp 1,6 miliar diestimasikan hanya bisa terpenuhi Rp 532 juta. Itupun setelah target diturunkan menjadi Rp 1,150 miliar.

Eddy menjelaskan, jebloknya sejumlah penyokong PD tersebut mengakibatkan kekuatan Perubahan APBD tahun 2018 juga ikut terjun bebas menjadi Rp 2.868.652.710.634 atau turun Rp 28.850.860.366 dari APBD tahun 2018 sebesar Rp 2.897.503.571.000.

“Ini kondisi yang sangat memprihatinkan, sehingga berimplikasi sejumlah program terpaksa harus diefisiensikan, diselaraskan, bahkan dihilangkan,” tandas Ketua DPC PD Gresik ini.

“Jika OPD penghasil tidak segera meningkatkan kinerja dan memperbaiki tata kelola OPD_nya, kondisi tak baik ini, sangat mungkin akan menular pada APBD tahun berikutnya (2019, 2020 dan 2021),” paparnya.

“Makanya saya minta OPD-OPD penghasil harus lebih kreatif dan inovatif dalam menggali pendapatan,” pungkas Bacaleg Dapil I (Gresik dan Kebomas) ini. (Salvado)