La Nyalla Mattalitti; Saya Suka ‘Dukun’

0
La Nyalla Mahmud Mattalitti

Jakarta, investigasi.today – Meski mengaku akrab dengan dunia preman, namun dalam meniti karir hingga menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) tidak pernah bertindak menggunakan cara-cara seperti preman. La Nyalla Mahmud Mattalitti dekat dengan kalangan preman hanya bertujuan untuk menyadarkan dan membina mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.

Saat dikonfirmasi terkait citra yang melekat kepada dirinya tersebut, La Nyalla mengatakan “gak ada masalah, saya sudah biasa dikatakan preman dan ini-itu. Saya juga pernah difitnah korupsi, buktinya dibebaskan pengadilan. Jadi semua itu saya anggap ujian dan Alhamdulillah sekarang malah jadi Ketua DPD,” ucapnya dengan santai.

Bahkan La Nyalla menantang pihak-pihak yang selalu menganggap dirinya preman untuk menunjukkan siapa saja yang pernah menjadi korbannya. Atau siapa pihak yang pernah diutangi lantas tak dibayar olehnya. Justru hal yang terjadi adalah sebaliknya, hutang organisasi sepak bola kepada dirinya tidak pernah berhasil ditagih, meski ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

“Kalo seperti ini, yang saya premani ini siapa, yang saya utangi dan gak dibayar itu siapa ? yang saya peras itu siapa, tunjukin orangnya mana,” tandasnya.

Meski pernah memimpin PSSI, La Nyalla juga menyampaikan keinginnya untuk kembali memimpin organisasi tersebut. La Nyalla akan melibatkan para pimpinan dan anggota DPD untuk ikut membina sepak bola di daerah-daerah hingga level pedesaan.

Selain akan mendapatkan konstituen, anggota DPD juga diharapkan dapat menemukan bibit-bibit muda pesepak bola nasional yang handal, yang nantinya bisa membuat harum bangsa.

Saat disinggung bahwa La Nyalla suka pergi ke dukun dalam menggapai sukses dalam karir, baik di bidang bisnis maupun politik. La Nyalla tersenyum dan mengangguk. “Iya saya memang suka dukun, suka duduk dan tekun, wiridan dan berdzikir,” ucapnya sambil tersenyum.

La Nyalla menuturkan saat masih bujangan, ia senang berkeliling ke masjid-masjid yang dirikan para wali. Dia juga mengaku pernah bertapa di atas wuwungan masjid Sunan Giri yang berlokasi di Bukit Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur. “Boleh tanya ke orang-orang di sana, (pasti) tahu semua,” ungkapnya.

Sesuai janji yang pernah diucapkan, saat ini La Nyalla sedang memperjuangkan kantor DPD di setiap provinsi, juga rumah dinas para anggota DPD di Jakarta seperti halnya anggota DPR. “Lahan sudah disiapkan oleh para Gubernur, tapi entah kenapa pembangunannya terkendala. Pasti segera kita lanjutkan,” pungkasnya. (Ink)