Marga Manik Gelar Upacara Menanda Tahun Si Sada Rube

0

Delleng Simenoto, investigasi.today – Menanda Tahun merupakan salah satu upacara adat yang sakral yang dilakukan oleh masyarakat Pakpak. Salah satu marga yang rutin melakukannya yaitu marga Manik Sisada Rube Sienam Kuta yang terletak di Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut.

Acara ini dilaksanakan di Delleng Simenoto, Desa Kecupak I, Kecamatan Pergeteng Getteng Sengkut (PGGS), Sabtu (10/02). Upacara yang berlangsung dari pagi hingga pukul 12.00 WIB dihadiri utusan Manik, berru, berre, tokoh agama, dan tokoh adat,  Dinas Pariwisata, Camat PGGS Hanafi GP Padang, Kepala Desa Simerpara Mardi Manik, Kepala Desa Kecupak I Sahrin Manik dan Kepala Desa Kecupak II Sautma Manik, kemudian utusan Kula – kula marga Berutu, utusan berru Marga Bancin dan Boangmanalu.

Tujuan dari Menanda Tahun adalah agar tidak menyalahi apa yang dipercaya sebagai ketentuan – ketentuan penguasa alam gaib bagi kelestarian ekosistem, sehingga demikian usaha – usaha pertanian dan perladangan memperoleh izin dan keberkahan dari mereka (penguasa alam gaib).

Pada Tahun 2017 sukut dari Dusun Kuta Tengah Idem Manik setiap tahun sukut berganti dari dusun ke dusun yakni di tahun 2018 dari Dusun Sabah Ganti Manik. Secara simbolis Idem Manik memberikan Sarung ke sukut baru Ganti Manik yang bertujuan memperlepas tanggung jawab sukut lama ke sukut baru.

“Hari ini Tanggal 10 Pebuari 2018 aku sukut menanda Tahun Sisada Rube Sienam Kuta di tahun 2017 menyerahkan tugas dan tanggung jawab saya ke pada sukut 2018 dan saya harapkan kepada sukut baru laksanakan sesuai dengan aturan aturan dari nenek moyang kita,” ujar Idem.

Dalam kata sambutan Camat PGGS, Hanafi Padang, saya sangat berterimakasih kepada Kepala Desa Simerpara, Kecupak I dan Kecupak II atas kerja samanya yaitu ritual menanda tahun ini dan semua masyarakat atas partisipasinya sisada Rube Sienam Kuta dan harapan saya ke depannya kita tingkatkan acara ini supaya kecamatan lainnya bisa datang kalau bisa dari luar Kabupaten Pakpak Bharat ini untuk melihat ritual ini dan kedepannya bisa menjadi tempat wisata yang terkenal.

Tema Manik, warga Nambungabuluh yang dalam upacara ini sebagai Sibaso (juru kunci) menjelaskan, upacara menanda tahun tradisi yang harus dipertahankan dan dilestarikan. “Kepada warga yang bermukim di enam kuta (dusun,red),yaitu Simerpara, Delamdam, Kuta Tengah, Tuppak Beak, Sabah dan Pulo Namuk, dilarang keras melaksanakan aktivitas selama upacara berlangsung. Bagi warga yang tidak mengindahkan larangan ini akan terkena sanksi,” jelasnya. Kerja tahun yang kita laksanakan ini adalah untuk mengetahui jenis dan tanaman yang cocok untuk ditanam pada tahun ini dan mara bahaya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penerawangan dengan ayam yang telah disembelih dan wangsit yang diterimanya untuk tahun ini warga di himbau untuk menanam benih padi putih. Selain itu budidaya tanaman lainnya sangatlah bagus dari pada tahun sebelumnya, contohnya, cabe,” ujar Tema.

Tema mengingatkan kepada seluruh masyarakat Sisada Ruba Sienam Kuta untuk menjaga anak – anak supaya lebih hati – hati yang tidak di inginkan ataupun terkena racun dari orang – orang pintar. Dan warga dihimbau melakukan pendoaan di rumah masing – masing yang bertujuan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. (EDI MANIK)