Motor Di Lunasi Malah Di Lelang Oleh WOM finance Sidoarjo

0

SIDOARJO investigasi.today – Betul-betul kelewatan ulah debt collector nakal,mereka yang meresahkan masyarakat lantaran ulahnya menarik paksa kendaraan kembali terjadi dan dikeluhkan konsumen (pemohon kredit). kali ini debt collector bekerja sama dengan WOM Finance telah menarik motor yang diketahui nunggak keterlambatan pembayaran empat kali angsuran,jum,at(23/3/2018).

Putra kandung Pemohon Kredit (PK) yakni Imam Ma’ruf (33) warga Jl.Mandala 5 Semambung, Kecamatan Gedangan mengatakan, kami merasa mengeluh dengan apa yang dilakukan WOM Finance Jember dan cabang Sidoarjo,mereka terkesan mempersulit pengambilan motor paska pelunasan kendaran saya,padahal saya mau lunasi semua.

Ma’ruf menemui tim investigasi usai melaporkan WOM Finance ke SPKT Polresta Sidoarjo,merasa motor miliknya yang sudah dilunasi tapi dinyatakan telah dilelang pihak WOM tanpa ada kabar pemberitahuan dan konfirmasi sebelumnya,” ucapnya.

Ia menambahkan,korban Siti Badriyah, Dusun Krajan, Desa Grenden Kecamatan Puger Jember. Korban kreditur kendaraan roda duanya diduga digelapkan pihak WOM Finance alasannya WOM finance telat membayar.

Kendaraan sepeda motor Honda Vario Techno Nopol P 3252 PJ tidak tahu keberadaannya, padahal kreditur sudah melunasinya. Pelunasan pembayaran sejak tanggal 22/2/2018, di Kantor Cabang Jember, dengan bukti pembayaran No. Kwitansi 140A1800428105. No. Order 807500019635 nama konsumen Tuki Alamin

“Hingga saat ini barang bukti satu unit sepeda motornya tidak ada di kantor WOM Finance Jember maupun Sidoarjo,ujar Imam dengan dongkol,” terangnya.

Kejadian penggelapan berawal dari penarikan yang dilakukan oleh debt collector Wom Finance Sidoarjo. Saat itu kendaraan Honda Vario Techno 125 dikendarai oleh Imam Mursid, adik kandung Siti Badriyah, di daerah Bungurasih Waru Sidoarjo. Kendaraan ditarik secara paksa oleh debt collecror. Sekitar jam tiga sore di Bungurasih pada tanggal 10/2/2018.

Imam menambahkan, niat baik tidak ada sama sekali dari pihak WOM. Sejak tanggal 22 setelah pelunasan saya saat ditemui hanya dijanjikan berkali-kali dan disuruh nunggu kabar untuk dikonfirmasi.

“Puncakanya hari ini sampai saya laporkan.Masak sepeda sudah dibayar lunas kok malah sepeda motornya tidak ada,” jelasnya.

Imam Ma’ruf menambahkan kepada wartawan Jumat (23/3), kreditnya di Jember dan sudah saya lunasi semua dan pihak WOM Jember sudah saya konfirmasi katanya tidak ada masalah dan BPKB ada di WOM Jember.

Penarikan tanggal 10 februari. Setelah penarikan sebelum saya lunasi saya tanyakan dulu. Saya mau lunasi unit ini bisa apa saya lunasi apa Unit motornya masih ada. Dijawab ada, namun pihak WOM Sidoarjo mengatakan tidak bisa dilunasi disini karena ini pengambilan di Jember.

“Saya sangat kecewa dengan kejadian ini,semoga dengan pelaporan ini tidak akan terjadi kepada konsumen atau debitur lain,” jelasnya.

Setelah pelunasan, saya ke Sidoarjo katanya belum ada konfirmasi dari Jember. Berkali-kali saya datang kesini dan hanya ditemui Satpam dan CS . Sempat saya telepon pihak Jember dan mengatakan sudah OK. Yang jadi masalah disini Sidoarjo. Diketahui yang dibayarkan biaya penarikan dan tebus gudang 1.850.000,pelunasan angsuran nilai titipan Rp.4.248.000 biaya denda 1.335,760,” ungkap Imam Ma’ruf.

Sementara Polresta Sidoarjo yang sebelumnya terkesan lambat dalam penerimaan pengaduan pelaporan dalam menerbitkan LP (Surat laporan) akhirnya mengeluarkan Surat Tanda Bukti Lapor dengan nomor: STBL/128/III/2018/JATIM/RESTA SDA.

“Namun kami mengapresiatif karena akhirnya kami menerima surat lapor yang sampai malam hari karena dinilai cukup bukti mengarah pada penggelapan, “ ujar salah satu kerabat Imam Ma’ruf,dengan sedikit kecewa atas pelayan Polresta Sidoarjo,” pungkasnya(ryo).