Tuesday, April 21, 2026
HomeBerita BaruHukum & KriminalBareskrim Sita Truk Penuh Barang Bukti di Sidoarjo, Ponsel Ilegal Masuk Lewat...

Bareskrim Sita Truk Penuh Barang Bukti di Sidoarjo, Ponsel Ilegal Masuk Lewat Juanda

Sidoarjo, investigasi.today – Kasus impor ponsel ilegal bernilai fantastis terus mengembangkan sayapnya. Tim Bareskrim Polri kini menggeledah kantor perusahaan di Sidoarjo dan menyita satu truk penuh barang bukti, sebagai kelanjutan dari operasi besar yang sebelumnya mengguncang Jakarta.

Direktur Tipideksus Bareskrim, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, membenarkan bahwa penggerebekan di ruko milik PT TSL ini merupakan upaya memutus mata rantai kejahatan yang kerugiannya sudah tembus ratusan miliar rupiah.

“PT TSL adalah Holding Perusahaan Cangkang”

Dalam operasi di Sidoarjo, polisi melakukan penggeledahan paksa dan membawa satu unit truk ekspedisi yang berisi paket logistik. Isi truk tersebut belum dirinci secara detail, namun diyakini sangat berkaitan erat dengan alur distribusi barang haram ini.

Yang mengejutkan, PT TSL ternyata bukan sekadar perusahaan biasa. Menurut keterangan resmi polisi, perusahaan ini berperan sebagai induk usaha yang mengoperasikan sejumlah “perusahaan cangkang” untuk menutupi aktivitas ilegal.

Mereka diduga kuat menjadi pintu masuk ribuan ponsel ilegal melalui jalur udara, tepatnya lewat Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Potongan Kasus di Jakarta: Rp235 Miliar Melayang

Operasi di Sidoarjo ini adalah lanjutan dari gebrakan besar di Jakarta yang sebelumnya berhasil mengamankan barang bukti luar biasa banyaknya:

• 56.557 unit iPhone (Senilai Rp225,2 Miliar)

• 1.625 unit Android (Senilai Rp5,38 Miliar)

• 18.574 aksesori

Total kerugian negara dan pasar mencapai Rp235,08 Miliar.

Selain gawai, polisi juga menemukan barang lain yang berbahaya, yakni pakaian bayi dan mainan anak yang tidak memenuhi standar SNI namun sudah beredar luas di pasaran hingga ke platform e-commerce.

Siapa Otak di Balik Ini?

Saat ini, baru dua orang tersangka yang ditetapkan, berinisial DCP alias P dan SJ. Namun, Brigjen Ade menegaskan, investigasi masih berjalan panas.

“Kami tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka,” tegasnya.

Apakah di Sidoarjo nanti akan muncul nama-nama baru yang terlibat dalam jaringan raksasa ini? Masih ada banyak misteri yang akan diungkap tim penyidik. (Van)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular