New Normal, Jokowi; Saya Ingin Segera Diterapkan

0
Presiden Joko Widodo saat meninjau persiapan new normal di Summarecon Mall, Bekasi

Jakarta, Investigasi.today – Presiden Joko Widodo ingin agar new normal segera terlaksana, hal tersebut disampaikannya saat meninjau kesiapan penerapan new normal di Summarecon Mall, Bekasi.

Jokowi juga berharap jumlah Ro atau indeks penularan virus corona terus menurun. Ia ingin angkanya di bawah 1. “Kita ingin bisa masuk ke normal baru, masuk ke tatanan baru dan kita ingin muncul sebuah kesadaran kedisiplinan yang kuat sehingga RO-nya terus bisa kita tekan di bawah 1,” ungkapnya, Selasa (26/5).

Jokowi menjelaskan, kunci dalam penerapan normal baru atau new normal adalah kedisiplinan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah akan melibatkan TNI dan Polri dalam mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dalam new normal supaya lebih ketat.

“Kita akan lebih disiplinkan agar protokol kesehatan dijalankan. TNI dan Polri akan mengawasi dan memastikan pelaksanaan di lapangan,” tandasnya.

Pemerintah telah mempertimbangkan sejumlah indikator terkait rencana menerapkan new normal.

Pertama; tingkat penularan corona di suatu wilayah atau reproductive number (RO). Menurut WHO, RO Covid-19 secara global adalah 1,9-5,7. Indonesia bisa memberlakukan new normal jika RO sudah berada di bawah 1. Saat ini, RO Indonesia masih mencapai 2,5. Artinya, 1 orang bisa menularkan ke 2 atau 3 orang.

Kedua; kesiapan sistem kesehatan dan yang ketiga adalah Jumlah test atau surveillance.

Terkait hal ini, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, jumlah tes corona di Indonesia masih termasuk rendah yaitu 743 per 1 juta. Untuk itu pemerintah terus mengebut agar jumlah tes bisa mencapai 10-12 ribu per hari.

“Dengan kapasitas kita yang sudah naik 10 ribu-12 ribu, bahkan kemarin tanggal 18 sudah mencapai 12 ribu lebih tes, maka diharapkan dalam 1 bulan ke depan kita bisa mencapai angka 1.838 per 1 juta penduduk,” terangnya. (Ink)