Normalisasi Kali Sadar di Kota Mojokerto Mulai Dilakukan

0

Mojokerto, Investigasi.today – Upaya normalisasi Kali Sadar oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di wilayah kabupaten dan Kota Mojokerto sudah mulai dilakukan. Ini lantaran kondisi Kali Sadar yang mengalami penyempitan dan pendangkalan.

Upaya normalisasi dilakukan menyusul Kali Sadar yang melintas di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto dan bermuara ke Sungai Brantas ini kerap menyebabkan banjir di Kota Mojokerto saat musim hujan tiba. Ditambah ratusan bangunan liar yang ada di sekitar.

Dua alat berat difungsikan untuk melakukan pengerukan sedimentasi sepanjang 9,7 kilometer. Proyek normalisasi Kali Sadar yang dikerjakan PT Brantas Abipraya Persero sebagai pemenang lelang sendiri dikerjakan selama 60 hari atau ditargetkan akan rampung pada akhir Mei 2018 mendatang.

Di Kota Mojokerto, proses normalisasi Kali Sadar saat ini berlangsung di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Pendangkalan Kali Sadar di wilayah Kota Mojokerto mengakibatkan sedikitnya empat kelurahan di Kota Mojokerto menjadi kawasan langganan banjir saat musim hujan.

Keempat kelurahan itu, yakni Kelurahan Kranggan, Miji, Meri, Kecamaran Kranggan dan Kedundung, Kecamatan Magersari. Untuk mengantisipasi banjir, Pemkot Mojokerto menyediakan mesin pompa air. Namun, mesin pompa air tersebut dinilai masih belum efektif dalam mengatasi banjir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Amin Wachid membenarkan, jika pproyek normalisasi dibawah tanggung jawab BBWS Brantas. “Yang mengerjakan yakni, PT Brantas Abipraya Persero sebagai pemenang lelang yang bertanggung jawab,” ungkapnya,Rabu (28/3)

Masih kata Amin, Kali Sadar sepanjang 9,7 kilometer tersebut akan dikembalikan seperti semula. Sedimen diangkat semua sehingga lebarnya menjadi 12 sampai 14 meter dan kedalaman 10 sampai 15 meter. Dengan normalisasi tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang. (yanto/andy)