Panwaslu Kecamatan Sempu Gelar Sosialisasi Tahapan Kampanye Pileg dan Pilpres 2019

0


Teks Foto ; Panwaslu Kecamatan Sempu saat Sosialisasi Tahapan Kampanye Pileg dan Pilpres 2019

BANYUWANGI, investigasi.today — Pada kamis (29/11) bertempat di cafe “Java Rider Side” yang terletak di desa Sempu Panwaslu kecamatan Sempu kabupaten Banyuwangi gelar sosialisasi tahapan kampanye Pileg dan Pilpres tahun 2019.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir jajaran forpimka kecamatan Sempu, Camat Sempu/ yang mewakili ( Ahmad Subhan), Kapolsek Sempu ( AKP. Suhardi,SH) Beserta jajaran, Ketua Komisioner Panwaslu Sempu ( Solikin), Kepala desa sekecamatan Sempu, Wakil dari Sejumlah Partai politik, Tokoh masyarakat, Tokoh pemuda serta elemen masyarakat dan pemilih pemula (Pelajar).

Ketua komisioner Panwascam
Sempu, Solikin mengatakan, ”
Agar supaya kecamatan Sempu dalam situasi yang kondusif
pada pesta demokrasi 2019 mendatang kami berharap nantinya Pohon pohon, Fasilitas umum, Kantor pemerintahan maupun Tempat ibadah tidak menjadi bahan peraga kampanye (APK) “, ucapnya.

Mewakili camat Sempu, Ahmad Subhan menghimbau, ” Semua pihak diharapkan bisa saling bersinergi agar pesta rakyat bisa berlangsung tertib dan lancar sekaligus apabila ada suatu permasalahan diharapkan cepat diselesaikan secara dini sehingga nantinya tidak menjadi konflik yang berkepanjangan “, katanya.

Untuk menjaga serta memelihara
keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus demi terselenggaranya pesta demokrasi Tertib, Aman dan Lancar
Kapolsek Sempu, AKP. Suhardi,SH menyampaikan, ” Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dengan Kepolisian dan juga semua pihak selain itu masyarakat diharapkan agar tidak terpancing dengan kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan ( Hoax) contohnya seperti penculikan anak maupun yang lain karena hal itu bisa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban serta memecah belah persatuan dan kesatuan “, ujarnya.

” Pada pemilu 2019 mendatang apabila nantinya terjadi dugaan penyimpangan dalam kegiatan kampanye jajaran Kepolisian memiliki kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk melakukan Penghentian dan meminta pertanggung jawaban pada penyelenggara kampanye “, imbuhnya.

“Dalam pesta demokrasi perbedaan dalam menentukan pilihan merupakan hal yang wajar namun yang terpenting adalah Marilah bersama – sama kita ciptakan Pemilu 2019 yang Aman, Tentram dan Damai “, pungkas Kapolsek Sempu.

Dengan banyaknya baliho ” Mewarnai ” berbagai tempat di desa Tegalarum Kepala desa mengatakan, ” Peraturan Terkait dengan pemasangan Baliho parpol agar lebih diperjelas karena di pertigaan maupun perempatan jalan di desa kami panen Baliho dari sejumlah Parpol artinya kalau sesuai dengan peraturan seharusnya memasang baliho jaraknya berapa Radius dari lokasi pertigaan maupun perempatan “, ujarnya.

Sesuai kesepakatan antara Bawaslu dengan KPU bahwa antara alat peraga kampanye (APK) dengan berbagai macam fasilitas milik pemerintah maupun Tempat ibadah ada jarak yang sudah ditentukan.

Panitia pelaksana kecamatan mengatakan, ” Jarak antara alat peraga kampanye (APK) dengan tempat yang dilarang (Gedung pemerintahan, tempat ibadah, tempat pendidikan) sesuai PKPU 23 tahun 2018 sejauh 25 meter dan apabila tempat wisata maka jaraknya sejauh 100 meter “, katanya.

Senada yang disampaikan komisioner panwascam Sempu divisi PHL (Pengawasan dan hubungan antar lembaga
RYAN ACHMADI, mengatakan, ”
Sejauh ini jumlah APK yang terpasang di kecamatan Sempu ada 260 APK terdiri 173 baliho, 64 spanduk, 23 umbul-umbul, diantaranya ada 66 APK yang melanggar dan sudah dilaporkan kepada BAWASKAB untuk direkomendasikan kepada peserta Pemilu yang bersangkutan.
(Widodo)