Monday, July 22, 2024
HomeBerita BaruJatimPelaksanaan Wahana Pendidikan Profesi Dokter di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep 

Pelaksanaan Wahana Pendidikan Profesi Dokter di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep 

Sumenep, Investigasi.today – Direktur RSUD Dr H. Moh Anwar Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, dr Erliyati melalui Kasi Humas RSUD Arman Endika Saputra terkait pelaksanaan Kegiatan Tripatid, yakni ada tiga kegiatan yang berkontribusi Wahana Pendidikan Profesi Dokter, untuk yang pertama adalah Universitas Islam Malang (Unisma) dimana salah satu jurusannya itu adalah kedokteran.

Kasi Humas RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep mengatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu Kabupaten Bangkalan dan ini sebagai bahan praktek utama dari Universitas Islam Malang (Unisma) terkait  dengan praktek Unisma ini, dan ketika unisma itu dengan membuka fakultas kedokteran. 

“Sedangkan RSUD DR.H. Moh Anwar Kabupaten  Sumenep ini, pada tahun 2022 sudah melakukan penandatangan bahwa bersedia sebagai jejaring tempat praktek Fakultas Kedokteran Unisma, menindak lanjuti hal ini maka hari ini Wahana Pendidikan Profesi Dokter ikut pada kegiatan seperti ini”, terangnya.

Untuk kuliah di luar sana, sarana pendidikan harus ada kesepahaman dari penyelenggaraan pendidikan dan tempat pendidikan, karena RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan yang merupakan tempat pendidikan sarana wahana yang utama, jadi mereka juga melakukan sharing apa yang sudah dipersiapkan dan apa yang harus dilakukan sebagai wahana karena disini adalah salah satu jejaring dari RSUD Syarifah Abami Rato Ebu Bangkalan.

“Dan dalam hal ini sudah mengadakan kerja

sama dengan universitas. Ketentuan pembimbing, ketentuan bimbingan dan perkuliahan yang akan disampaikan oleh lokal disini maupun dari pihak Unisma itu disampaikan hari ini”, tuturnya.

Jadi ketika dokter muda melakukan praktek kerja disini akan disampaikan di momen ini, baik oleh fakultas, prodi maupun yang termasuk oleh RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan yang sudah berpengalaman dan bekerja sama.

Tadi sudah disampaikan bekerja sama mulai dari tahun 2005 dengan Unisma. Jadi awal tahun ini, kita melakukan kerja sama dan ini tindak lanjut dari kegiatan.

Lebih lanjut akan ada dokter-dokter dari Unisma yang akan melakukan praktek disini, terkait dari pelaksanaan kegiatan tersebut di RSUD. Dr H. Moh Anwar Kabupaten Sumenep yang diadakan di ruang pertemuan yang didalamnya akan disampaikan mengenai tranfer pengetahuan dari prodi Unisma dan RSUD Sarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. 

Selain dokter specialis yang ada disini juga ada dokter dari Bangkalan juga ada Kaprodi Unisma Malang. Jadi kalau misalkan suatu rumah sakit itu akan melakukan tata laksana pasti rumah sakit itu mempunyai yang namanya clinical Adway. Clinical adway itu ibarat kita kalau kita masak adalah resep. Resep yang ketika pasien masuk itu yang harus di tata laksanakan. 

Jadi terkait dengan hal ini, sudah merupakan ramuan internal di Rumah Sakit yang tentunya itu menjadi dasar ketika seorang tenaga medis melakukan pelayanan. 

Jadi mutu control dan tata laksananya disitu, kalau ada tata laksana di luar itu, maka otomatis akan dilakukan penilaian oleh komite medis atas ketaatan dan dengan menata laksanakan panduan praktik klinisnya. 

Sehingga apa yang telah disampaikan dari tiga sambutan karena kita tripatid (tiga kontribusi dan tiga sambutan) yang pertama adalah RSUD RS Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan kemudian dilanjutkan dengan fakultas kedokteran Unisma Malang dan terakhir Direktur RSUD dr H  Moh Anwar Sumenep dr Erliyati  dengan secara singkat ia menyampaikan bahwa  intinya kami rumah sakit  RSUD DR H Moh Anwar Sumenep senang karena kami dipercaya sebagai wahana Sarana Pendidikan Profesi Dokter dan ia juga menyampaikan bahwa jangan sungkan-sungkan untuk berkunjung ke Sumenep. 

Karena Sumenep ini kaya akan destinasi wisata.  Selain itu kami juga mempunyai lapangan terbang yang memudahkan semua untuk aktivitas keluar masuk Sumenep itu tadi yang disampaikan. 

Mengenai sarana dan prasarana jika dibandingkan dengan kabupaten lain dalam segi pelayanan kesehatan kabupaten Sumenep termasuk tipe C.

Dengan jumlah sarana dan prasarananya yang sebenarnya sudah sangat memadai jika di bandingkan dengan bangkalan dan pamekasan yang sudah ber tipe B dan kelengkapan dari sarananya itu tergantung dari strategi dari masing-masing rumah sakit untuk memilih mana yang akan ditonjolkan. 

Jadi kami di empat kabupaten bukan mana yang lebih baik, kami punya sisi sisi tonjol sendiri-sendiri. Tadi juga dijelaskan oleh dr Erliyati  bahwa sumenep memiliki karakteristik baik atau karakterisktik lain dari pada yang lain. 

Sedangkan yang pertama penyakit di sumenep, mempunyai lokasi yang endemis malaria tadi disampaikan seperti itu. 

Dan di daerah sumenep terdapat beberapa penyakit muncul yang diakibatkan penyelam karena daerah kita ini mempunyai beberapa pulau dan mungkin kedepannya akan dicoba untuk dikembangkan di sumenep. 

“Perkembangan tim medis yang ada di Sumenep dalam melakukan pekerjaan harus secara profesional. Jadi kalau profesional tetap coba dilaksanakan ada panduan praktek klinis, komite medis yang mencoba untuk menjaga mutu layanan kita”, tandasnya. (Fathor)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular