Monday, May 20, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaPenegakan Perda dan Pengamanan Kota

Penegakan Perda dan Pengamanan Kota

Surabaya,Investigasitop.com- Pemerintah Kota Surabaya masih
terus melakukan pengalihan fungsi tempat lokalisasi yang ada di Surabaya dan
tidak berhenti, meskipun kawasan tersebut sudah tidak ada lagi.
Hingga
saat ini, kawasan eks lokalisasi terus berkembang ke arah yang lebih baik. Selain
melakukan pembangunan di kawasan tersebut, operasi juga terus dilakukan oleh
Pemkot Surabaya dalam pencegahan prostitusi terutama di eks lokalisasi.
Hal ini
tercermin dalam upaya Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan penegakan Perda
dan pengamanan kota. Hingga saat ini, Pemkot Surabaya bersama dengan Satpol PP
beserta dengan petugas lainnya terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan,
agar masyarakat juga turut membantu menolak kegiatan prostitusi. 
Upaya
pengalihan fungsi eks lokalisasi ini juga tidak terlepas dari keinginan kuat
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto
mengatakan, keinginan kuat Wali Kota Surabaya dalam menutup lokalisasi terlihat
saat melakukan alih fungsi tempat kawasan dolly yang sudah terkenal dengan
kawasan prostitusi.
“Suasana
sempat mencekam dalam penutupan kawasan dolly yang disertai dengan ancaman.
Namun Wali Kota Surabaya memberikan motivasi kepada saya, bila saya tidak turun
ibu Wali Kota Surabaya sendiri yang akan turun. Itu adalah salah satu bukti
keinginan kuat Wali Kota Surabaya dalam upaya menutup kawasan prostitusi,” kata
Irvan Widyanto dalam jumpa pers di Gedung Bagian Humas Pemkot Surabaya.
Irvan
juga mengaku, mempertahankan lebih susah daripada memperoleh. Untuk itu, dia
mengajak masyarakat juga mau ikut berpartisipasi dalam mereduksi prostitusi
yang ada di Surabaya.

 Menurutnya, tantangan di masa depan
adalah kegiatan prostitusi yang memanfaatkan teknologi informasi. Karena
itulah, dia mengajak semua elemen masyarakat untuk mau mengantisipasinya.
“Sudah tiba saatnya, menjaga hal ini bersama dengan masyarakat,” katanya.

Irvan
mengatakan, dalam mengurangi dan mengantisipasi kegiatan prostitusi dan
keamanan lainnya Pemkot Surabaya membentuk tim yang menangani hal tersebut. Tim
itu bernama Tim Asuhan Rembulan dan Tim Posko Pantau Terpadu.
Dalam
operasi yang dilakukan oleh Tim Asuhan Rembulan dalam enam bulan terakhir,
menjaring sebanyak 40 orang PSK di beberapa lokasi. Tim ini merupakan tim
gabungan dari Polrestabes Surabaya, Satpol PP, Satlinmas, Dispora, Dishub dan
Dinas Sosial.

“Tim ini bertugas hanya waktu malam hari saja
yang bertugas menangani multi fungsi. Mulai menjaring PSK sampai balap liar,”
kata Irvan. Bahkan, kata Irvan, dalam 6 bulan terakhir balap liar berkurang.
Salah satu penyebabnya merupakan upaya yang terus dilakukan oleh Tim Asuhan
Rembulan.(bud)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular