Monday, May 20, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaPenghargaan Satya Lencana Wirakarya Kepada Bupati Banyuwangi

Penghargaan Satya Lencana Wirakarya Kepada Bupati Banyuwangi

Banyuwangi,
Investigasitop.com –
Presiden
Joko Widodo (Jokowi) memberikan penghargaan Satya Lencana Wirakarya kepada
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, atas perannya dalam mengembangkan
pertanian di Banyuwangi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Pekan Nasional Petani Nelayan XV Tahun 2017, di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda
Aceh, Sabtu (6/5).
“Alhamdulillah,
ini merupakan kehormatan bagi Banyuwangi. Saya mengucapkan terima kasih kepada
para petani, penyuluh, dan Dinas Pertanian yang telah bersama-sama
mengembangkan sektor ini,” kata Anas usai menerima penghargaan.
Menurut
Anas, penghargaan ini memacu pihaknya untuk terus menempatkan sektor pertanian
sebagai prioritas pembangunan. Apalagi, lanjut dia, sektor pertanian ini
sebagai penyokong terbesar perekonomian Banyuwangi.
“Pertanian
adalah salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat Banyuwangi.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2015 menyebutkan sektor pertanian
menyumbang 36 persen PDRB Banyuwangi atau setara Rp 21,9 triliun,” papar
Anas.
Sejumlah
program pertanian, kata Anas, terus mendapat perhatian. Berbagai upaya pun
dilakukan, sehingga produktivitas padi Banyuwangi selalu terjaga di atas
rata-rata nasional. Rata-rata produksi padi 6 tahun terakhir mencapai 795.000
ton gabah.
“Banyuwangi
juga mengembangkan klaster organik yang ditargetkan bisa mencapai 200 hektare,
dengan fokus utama membidik pasar premium dan ekspor,” kata Anas.
“Para
petani juga didorong berinovasi. Salah satunya inovasi mina padi, mina jeruk,
dan mina naga untuk menambah penghasilan petani, yaitu dapat panen pertanian
sekaligus panen ikan,” beber Anas.
Di sektor
hortikultura, sambung Anas, pengembangan dilakukan pada berbagai komoditas,
seperti buah naga, semangka, manggis, jeruk, durian merah, dan cabai.
“Bahkan
Kementerian Pertanian telah memilih Banyuwangi sebagai salah sentra pengembangan
jeruk nasional,” jelas Anas.
Banyuwangi
juga menjadi sentra cabai nasional. Pada 2010, produksi cabai baru berkisar
5.997 ton, lalu melonjak 144 persen pada 2015 menjadi 14.684 ton. Adapun
produksi cabai kecil di kisaran 21.000 ton.
“Kami
mengembangkan irigasi hemat air agar produksi cabai berkelanjutan tanpa
mengenal musim. Tahun ini Dinas Pertanian memulai tanam 10 juta bibit cabai di
polybag dengan melibatkan banyak unsur masyarakat,” papar Anas.
Selain
teknis pertaniannya diperkuat, Pemkab Banyuwangi menggiatkan pembangunan
infrastruktur irigasi. Sejak 2011 telah dibangun dan diperbaiki jaringan
irigasi primer 3.718 km, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan tersier 797
kilometer. Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektar sawah. Pada tahun
ini juga dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung 2000-5000 meter
kubik.

“Terima
kasih kepada pemerintah pusat yang telah membangun Waduk Bajulmati yang sangat
bermanfaat bagi sektor pertanian Banyuwangi, khususnya di wilayah utara. Waduk
tersebut mengairi lahan pertanian seluas 1.800 hektar, termasuk di dalamnya
untuk 600 hektar lahan cetak sawah baru di wilayah utara Banyuwangi,” kata
Anas.(Nuril)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular