Monday, May 20, 2024
HomeBerita BaruJatimPenyusunan Rencana Kontijensi Banjir Bandang Deteksi Dini Bencana Alam Bersama USAID –...

Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Bandang Deteksi Dini Bencana Alam Bersama USAID – APIK

Mojokerto, Investigasi.today – Pemerintah Kabupaten Mojokerto sepakat untuk bekerjasama dengan USAID-APIK (United States Agency for International Development-Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan). Kerjasama ini dibicarakan bersama dalam forum Konsultasi Publik dan Penyusunan Rencana Aksi Komunitas dan Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Bandang Desa Begaganlimo, Dilem dan Kalikatir. Acara ini dipimpin Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, pada Kamis (14/9) pagi kemarin di Balai Desa Dilem, Kecamatan Gondang.
Banjir bandang yang terjadi pada 26 Maret tahun 2017 lalu di wilayah Dilem, menginisiasi kami di Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menyusun apa saja yang dapat mengakibatkan bencana alam tersebut. Maka dari itu USAID-APIK menawarkan untuk memfasilitasi penyusunan rencana kontijensi (proses mempersiapkan organisasi untuk merespon peristiwa yang tidak direncanakan), terang Pung.
Yopi Sakerah dari USAID-APIK Regional Jawa Timur menegaskan bahwa seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, bencana alam bisa segera diketahui dengan deteksi dini.
Kemajuan jaman dan perkembangan teknologi akan sangat membantu kita dalam mengantisipasi dini bencana alam kecuali gempa. Kami dari USAID-APIK akan ada di Kabupaten Mojokerto sampai dengan akhir tahun 2020. Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan program USAID-APIK dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi risiko iklim dan bencana, terang pria asal NTT ini.
Tahapan dalam penyusunan kontijensi USAID-APIK untuk 3 desa di atas antara lain kajian resiko bencana secara partisipatif, meliputi kajian ancaman banjir bandang

dan kajian kerentanan/kapasitas masyarakat. Selanjutnya menyusun dokumen rencana kontijensi dengan memanfaatkan hasil kajian resiko untuk menentukan tingkat keterpaparan penduduk dan asetnya. Terkahir yakni menyusun kajian resiko tersebut menjadi rencana ketangguhan masyarakat , yang tidak terbatas pada siap siaga bencana namun juga mengurasni resiko bencana di masa datang.
Selain konsultasi publik bersama masyarakat dan USAID-APIK, wakil bupati selanjutnya bergeser untuk meninjau beberapa sarana infrastruktur di Kecamatan Gondang. Salah satunya Pasar Tradisional Pugeran yang rencananya bakal dilengkapi fasilitas laktasi (ruang menyusui untuk ibu), lab mini serta fasilitas ramah difabel. Begitupun juga dengan pembangunan gedung Puskesmas Gondang yang rencananya bakal rampung tahun ini.
Hadir mendampingi wakil bupati kemarin antara lain beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto terkait seperti Kepala Dinas Kesehatan, Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Didik Pancaning Agro, Kepala Dinas Perdagangan, Bambang Purwanto serta Kepala Bappeda, Hariyono. (Andy / Yanto) .

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular