Peringati HSN, Ketua DPRD Sumenep; Pesantren Harus Tetap Eksis Mencerdaskan Bangsa

0

Sumenep, Investigasi.today – Dalam memperingati Hari Santri Nasioanal (HSN) tahun 2020, KH. ABD Hamid Ali Munir Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengatakan bahwa HSN  yang merupakan menjadi momentum bagi Pondok Pesantren yang harus tetap hidup dan eksis dalam membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan berperan aktif dalam segala sektor yang ada, Rabu (21/10) kemarin.

Peran santri sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan Santri sangat erat sekali dan identik dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tidak bisa diragukan lagi dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Oleh sebab itu, maka santri sangat berperan aktif dan cinta terhadap Bangsa dan Negara Indonesia yang merupakan suatu bentuk dan istilah santri hanya yang ada untuk salah satunya yang ada di dunia”, tutur Ketua DPRD  Kabupaten Sumenep.

Sedangkan untuk beberapa tahun yang lalu yang bertepatan dengan kedatangan Presiden RI ir. Joko Widodo pada tahun 2015 silam, Presiden Joko  Widodo menetapkan pada tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sedangkan dalam hal ini, dengan tanpa alasan karena santri sangat berperan aktif, peran krusial santri pada saat mengusir penjajahan di Kota Surabaya yang di topang dengan fatwa resolusi jihad oleh KH. Hasyim asyari pada waktu itu.

Ketua DPRD KH. Abd Hamid Ali Munir yang juga seorang Politisi dari Partai  PKB menambahkan “untuk pada tahun 2020 ini, dengan adanya wabah Covid-19 yang sedang melanda dunia dan Indonesia secara global dan tentunya untuk Pesantren tetap terus bangkit dan eksis”, imbuhnya.

“Sehingga dalam keadaan seperti apapun pesantren harus tetap semangat dan eksis dalam menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara NKRI”, tegasnya.

Sedangkan secara kontribusi untuk kaum santri pada musim Wabah Pandem Covid-19 ini kami harap tetap semangat dalam pelajaran Bangsa dan Negara, tetap semangat dan harus tetap  belajar seperti biasa.

“Kewajiban seorang santri tetap belajar dan mengaji serta beraktifitas sesuai dengan apa yang menjadi kewajiban seorang santri dam harus sesuai dengan protokol kesehatan”, ungkapnya.

KH. Hamid Ali Munir juga menyampaikan bahwa  banyak terdapat filosofi dalam kehidupan seorang santri pada saat di pondok Pesantren. Sehingga kehidupan di dalam pondok pesantren itu tidak memandang suku dan dari mana asalnya, kaya miskin sama di dalam pondok pesatren dan seharusnya Santri harus banyak bersyukur bahwa di dalam Pondok Pesatren itu kalau makan satu piring saja secara bersama-sama tidak ada perbedaan. (Fathor).