Friday, July 12, 2024
HomeBerita BaruJatimPernikahan Spiritualis dengan Kambing, Gus Hudi: Supaya Energi Alam Selaras

Pernikahan Spiritualis dengan Kambing, Gus Hudi: Supaya Energi Alam Selaras

Gresik, Investigasi.today – Ritual pernikahan nyeleneh yang digelar pada Minggu ( 5/6/2022) di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur menghebohkan warga masyarakat kota santri.

Saiful Arif (44), seorang spritualis Nusantara dari Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, menikahi seekor kambing betina yang merupakan anak dari Sri Kinasih dan diberi nama Sri Rahayu bin Bejo.

Pernikahan itu disaksikan sejumlah tokoh masyarakat sekitar, termasuk salah satu anggota DPRD Gresik, Nurhudi Didin Arianto, atau yang akrab disapa Ki Ageng Gus Nur Hudi selaku pemilik Pesanggrahan Keramat ‘Ki Ageng’.

“Iya, benar. Pernikahan itu,” kata Arif, Senin (6/6/2022).

Terkait pernikahan yang dilakukannya, pria yang menyebut dirinya sebagai Satrio Paningit ini mengatakan bahwa pernikahan itu dilakukan untuk menjaga dan mempersatukan Bumi Nusantara dan Bumi Pertiwi.

“Benar saya melakukan pernikahan ini agar alam semesta terjaga,” ucapnya, Senin (6/6).

Saiful menuturkan setahun lalu, Ia mendapat petunjuk untuk menikahi Sri Rahayu ( seekor kambing ). Dengan pernikahan tersebut Ia berharap tidak ada adu domba dan jangan sampai Indonesia diadu domba oleh negara lain.

“Harapan kami, semua harus bersatu, menjaga Indonesia, membuat semesta ini menjadi damai dan sejahtera. Pernikahan ini sebagai bentuk rasa cinta kepada Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Ki Ageng Gus Nur Hudi mengatakan bahwa pernikahan antara Satrio Paningit dengan seekor kambing bukanlah perkawinan biologis atau fisik, namun sebagai bentuk ritual perkawinan unsur alam semesta.

“Dengan pernikahan ini diharapkan alam semesta atau jagad selaras energinya,” terang anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik ini.

Menurut Nur Hudi, pernikahan tersebut sebagai salah satu bentuk keprihatinan dan rasa cinta kepada Ibu Pertiwi.

Hal senada juga disampaikan oleh guru besar ilmu leluhur (Kejawen) sekaligus pemandu upacara pernikahan, Romo Sudarto. Ia menyatakan
“Kami sebagai spritualis nusantara, tanpa sedikitpun mengurangi kemuliaan sebagai manusia. Ritual pernikahan itu sebagai upaya agar Indonesia damai dan tentram. Kami melihat energi semesta dan leluhur kami sangat senang melihat ritual ini,” jelasnya.

Ritual pernikahan itu diharapkan tidak membuat masyarakat salah paham dan menafsirkan yang negatif.

“Jadi, Itikad kami semata-mata untuk mendoakan Indonesia tercinta supaya damai, rukun, dan sejahtera,” pungkas Sudarto. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular