Petrokimia Gresik Dukung KPB Lampung dengan Hadirkan Mobil Uji Tanah dan Ketersediaan Pupuk Berkualitas

0

Gresik, Investigasi.today – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendukung program Kartu Petani Berjaya (KPB) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang diluncurkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Selasa (6/10). Dukungan Petrokimia Gresik diberikan dengan menghadirkan layanan Mobil Uji Tanah dan ketersediaan pupuk berkualitas.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Petrokimia Gresik dengan Pemprov Lampung pada Februari 2020.

“Ini merupakan komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung program percepatan pembangunan, khususnya peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Provinsi Lampung, dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional” ujar Dwi Satriyo.

Perluasan jangkauan layanan Mobil Uji Tanah hingga Provinsi Lampung ini berfungsi untuk menguji tingkat kesuburan tanah dan memberikan konsultasi pertanian secara gratis. Petani cukup membawa sampel tanah dari lahan pertaniannya, kemudian dalam waktu singkat dapat mengetahui kandungan tanah sekaligus mendapatkan rekomendasi pemupukan yang tepat. 

“Selama ini petani merasa kesulitan dalam memilih jenis pupuk maupun dosis yang akan digunakan. Hadirnya layanan ini akan memberikan solusi atas permasalahan tersebut,” ungkap Dwi Satriyo.

Selain itu, Mobil Uji Tanah juga menjadi sarana Petrokimia Gresik mendukung pemerintah dalam mengedukasi petani untuk menerapkan pola pemupukan berimbang demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.

“Dengan dosis pemupukan yang tepat dan berimbang, maka penggunaan pupuk oleh petani akan lebih efisien dan produktivitasnya pun semakin optimal. Sehingga tidak hanya mampu menyukseskan program percepatan pembangunan pemerintah daerah, tapi juga mendongkrak kesejahteraan petani,,” tandas Dwi Satriyo.

Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik juga berkomitmen dalam penyediaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi sesuai penugasan pemerintah dengan prinsip 6 tepat, yaitu tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat tempat. Kemudian menjamin ketersediaan serta kualitas pupuk bersubsidi dan non-subsidi.

Ia menyatakan, kerja sama ini juga selaras dengan pesan Mentan YSL yang akan menjadikan “Bumi Ruwa Jurai” sebagai percontohan nasional untuk program pertanian.

Sementara itu, kerja sama pelaksanaan KPB oleh Pemprov Lampung juga dilaksanakan dengan anggota holding Pupuk Indonesia lainnya, yaitu Pupuk Sriwidjaja Palembang, serta empat perbankan (Bank Lampung, BNI, BRI, Bank Mandiri).

Dengan KPB, petani akan lebih mudah untuk mendapatkan bantuan benih, pupuk dan permodalan. Jadi petani harus menentukan komoditas apa yang akan dikembangkan jika bergabung dalam program KPB. Program KPB bisa diakses melalui website dan hadir pada aplikasi di smartphone.

Sementara itu, Gubernur Arinal menyampaikan bahwa KPBadalah suatu program yang menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat dalam proses pertanian secara bersama-sama.

Menurutnya, Lampung memiliki banyak komoditi unggulan dalam bidang pertanian sehingga Provinsi Lampung menyandang gelar lokomotif pembangunan pertanian Indonesia. Oleh karena itu Gubernur Arinal bersama jajaran Pemprov Lampung menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan.

KPB sendiri diluncurkan secara bertahap, pada tahap pertama tercatat 18.277 petani telah terdaftar. Adapun peluncuran tahap satu KPB ini dilakukan di Kecamatan Trimurjo adalah karena lokasi tersebut adalah pusat pembenihan padi seluas 1.000 ha, dimana benih yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan petani Lampung dan wilayah Sumatera Selatan.

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik senantiasa siap mendukung program peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah. Selain untuk pemulihan perekonomian akibat wabah Covid-19, juga menjadi upaya perusahaan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. (Slv).