Polemik Pengadaan Kapal DBS III, Joni Widarsono; Harus Diusut Tuntas

0

SUMENEP, Investigasi.Today – Pengadaan kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS ) III yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur banyak menuai polemik dari masyarakat dan berbagai kalangan.

Terkait polemik tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Joni Widarsono menyampaikan bahwa pihaknya mendesak agar pengadaan kapal harus ditelusuri secara mendalam, terkait spesifikasi teknis dan kerusakan yang terjadi pada mesin.

“Harus ada pengawasan dan penelusuran terkait dengan spesifikasi teknis dan kerusakan pada mesin,’’ ujarnya, Kamis (14/3).

Joni menambahkan “seharusnya rekanan mengambil sikap untuk segera memperbaiki kerusakan yang terjadi, karena hal itu masih dalam pemeliharaan,” ungkapnya.

‘’Semua pihak punya hak untuk menelusurinya, terlebih dari pihak pelaksana hukum,’’ tandasnya.

Sementara itu, Aktivis Sumenep Independent (SI), Syahrul Gunawan menyampaikan “pihak terkait dalam hal ini penegak hukum harus segera menyikapi keberadaan kapal DBS III yang mengalami kerusakan padahal masih baru diserah terimakan. Sebab kapal tersebut sangat di butuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat kepulauan,’’ ungkapnya.

Spesfikasi teknis patut di persoalkan, mengingat sebelum pelayanan dilakukan kepada masyarakat kepulauan sudah mengalami kerusakan. “Belum lama digunakan sudah mengalami kerusakan, sangat perlu dicurigai apa yang salah dengan kapal DBS III ,’’ tandasnya.

Masyarakat kepulauan juga mempertanyakan terkait dengan kecepatan kapal DBS III, Informasinya kapal tersebut daya tempuhnya lebih cepat.

“Dari Pelabuhan Kalianget ke Pelabuhan Batu Guluk , Pulau Kangean dengan kecepatan di atas 8 knot per jam, bahkan bisa sampai 15 knot per jam. Ternyata dari hasil hearing komisi III DPRD Sumenep dan PT Sumekar tidak mampu untuk menempuh jarak itu,” jelasnya.

Pihak terkait seperti Inspektorat harus menelusuri masalah ini, agar kapal yang dicanangkan sebagai penambahan transportasi laut tersebut harus dapat terwujud.

Saat awak media menghubungi Kepala Dinas Pehubungan (Kadishub) melalui selulernya untuk dimintai klarifikasi terkait Kapal DBS III, yang bersangkutan tidak mau mengangkat, padahal terdengar nada dering dan tersambung. (Fathor)