Proses Hukum Tetap Berlanjut, Polres Sumenep Bebaskan Tersangka Beras Oplosan Demi Hukum

0

Sumenep, Investigasi.today – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur telah membebaskan tersangka Kasus beras oplosan yakni Latifah dengan alasan demi hukum. Namun dalam hal ini, terkait dengan beras oplosan bukanlah akhir dari segalanya. Demi hukum kasus beras oplosan itu tetap dilanjutkan oleh penyidik polres Sumenep.

Selanjutnya, dengan dilepaskannya latifah itu karena sudah menjalani masa tahanan selama 60 hari serta berkas perkaranya belum lengkap atau P21. Sehingga untuk masa penahanan tidak bisa diperpanjang kembali. Sesuai dengan aturan masa perpanjang penahanan hanya bisa dilakukan satu kali saja.

“Dari pembebasan latifah ini tidak meruntuhkan kasus hukumnya. Apalagi untuk Penanganan kasus beras oplosan ini tetap berlanjut”, tutur Kasubag Humas Polres Sumenep AKP. Widiarti, rabu (20/5) lalu.

Dan selama ini, bagi penyidik sudah bekerja secara maksimal dalam melakukan proses penyidikan dalam kasus beras oplosan ini. Dari salah satu bukti, untuk dari pihak polres memenangkan gugatan yang diajukan oleh Latifah pasca penepatan tersangka.

“Dalam Pasca Putusan Pra peradilan berkas perkara yang sudah dikirim ke kejaksaan dan penyidik kejaksaan memberikan petunjuk P19 kepada kami (penyidik Polres red) untuk dilengkapi”, terangnya.

Untuk semua berkas yang telah dinyatakan lengkap, penyidik Polres Sumenep mengirimkan berkas kembali kepada pihak kejaksaan.

“Dan baru kemarin, ada petunjuk tambahan dari kejaksaan untuk dilengkapi kembali berkas tersebut, sehingga penyidik akan melengkapi petunjuk dari kejaksaan kembali”, jelasnya.

Dengan Kasus Beras Oplosan yang menetapkan latifah 43 tahun ini, warga Jalp ketelitian dalam melengkapi sebagai alat bukti untuk bisa dilanjutkan ke tahap penuntutan.

“Polisi dan Jaksa akan terus bekerja berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memproses kasus beras oplosan tersebut”, tegasnya.

Perlu diketahui, pada Rabu (26/2/2020), Satreskrim Polres Sumenep melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gudang Yudha tama Art, Desa pamolokan, Sumenep dengan dugaan beras oplosan.

Dari hasil penyelidikan Polres Sumenep, penyidik menetapkan latifah sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 62; Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen, pasal 139 Undang-undang nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan pasal 106 Undang Undang nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan.

Akhirnya sampai pada saat ini masih berstatus tersangka. Latifah juga sempat mengajukan Praperadilan dengan termohon Polres Sumenep. Namun dari hasil upaya hukum yang dilakukan itu ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumenep. (Fathor)