Saturday, May 25, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaRayakan HJKS 724, Wali Kota Ingatkan Semangat Kerja Keras dan Gotong Royong

Rayakan HJKS 724, Wali Kota Ingatkan Semangat Kerja Keras dan Gotong Royong

Surabaya, Investigasitop.com- Kemajuan dan prestasi di berbagai
bidang yang berhasil diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, tidak akan bisa
terwujud tanpa adanya kemauan untuk bekerja keras dan bergotong-royong.
Semangat itulah yang telah menjadikan Surabaya menjadi kota yang nyaman bagi
warganya serta role model bagi banyak kabupaten/kota di Indonesia. 
Itulah
intisari pesan yang disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada saat
peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724 tahun yang digelar di Taman
Surya, Rabu (31/5/2017) pagi. Bahwa majunya Surabaya dikarenakan sinergi yang
manis antar semua stake holder di Kota Pahlawan. 
“Tanpa
kerja keras dan gotong royong, Surabaya tidak akan bisa seperti sekarang. Di
Surabaya, DPRD nya wellcome, masyarakat nya mudah diajak membangun kota,
termasuk juga pengusaha dan media. Kolaborasi semua insan kota itu yang membuat
Surabaya maju,” jelas wali kota.  
Sebelumnya,
di acara respesi HJKS Surabaya ke-724 di Taman Surya yang dihadiri oleh
Forpimda Kota Surabaya, kepala daerah sister city, lurah, camat, hingga kepala
dinas serta pelajar di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan banyak
hal perihal pencapaian yang telah dilakukan Pemkot Surabaya. 
Mulai
dari pembenahan infrastruktur diantaranya pembangunan jalan-jalan baru
sepanjang 315 kilometer mulai tahun 2010. Diantaranya Frontage Road dikedua
sisi Jalan Ahmad Yani yang sudah difungsikan dan akan dituntaskan tahun ini,
penanggulangan banjir dengan membangun 30 embung serta adanya penurunan luasan
banjir 50 persen dan lama genangan turun lebih dari 40 persen dibandingkan
2010. Lalu pembangunan Rusun di mana sejak 2010 telah dibangun 79 blok untuk
4017 keluarga, hingga pembangunan sarana olahraga di kelurahan-kelurahan.
“Keberadaan jalan baru telah meningkatkan indeks harga properti residensial
secara eksponensial mulai triwulan ketiga 2012 dan kini mencapai 315,42 di atas
kota-kota besar di Indonesia. Pembangnan jalan baru ini diharapkan menjadi
keunggulan nyata Surabaya sebagia pintu gerbang perekonomian Jawa Timur dan
kawasan Indonesia Timur,” jelas wali kota.
Fokus
pembenahan pada sumber daya manusia (SDM) juga beberapa kali disebut wali kota
dalam sambutannya pada resepsi peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-724.
Disampaikan wali kota, SDM Surabaya terus meningkat yang tercermin dari Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) di mana shortfall (harapan hidup, melek huruf dan
daya beli) mencapai 80,38. “SDM Surabaya harus lebih baik dan bersaing melalui
kualitas pendidikan yang unggul diiringi kerja keras dan disiplin,” harap wali
kota.
Wali
kota juga menyampaikan tentang jumlah anak-anak berprestasi di Surabaya yang
meningkat pesat. Di tahun 2016 lalu, ada 6580 anak-anak yang telah meraih
prestasi. Bahkan, jumlah anak yang berprestasi internasional meningkat lebih
dari 62 persen. Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan ratusan beasiswa untuk
anak-anak Surabaya yang berprestasi dari keluarga kurang mampu seperti
keperawatan, perhotelan, pendidikan engineering serta pilot. Untuk tahun ini,
sebanyak 24 anak Surabaya yang sebelumnya mendapatkan beasiswa, telah bekerja
di Garuda Maintenance Facility.  
Selain
itu, wali kota juga menyampaikan tentang upaya perbaikan kualitas lingkungan
hidup di Surabaya. Diantaranya jumlah luasan terbuka hijau yang kini mencapai
7267 hektar (termasuk hutan kota seluas 45 hektar) serta pembangunan 372 taman
kota yang menyebar di wilayah kota. “Terima kasih kepada teman-teman di SKPD,
jajaran Forpimda dan masyarakat yang membuat Surabaya menjadi kota yang
berkarakter, berawawasan global dan berkonsep ekologi. Surabaya sudah ada di
peta dunia,” sambung wali kota perempuan pertama di Surabaya. 
Resepsi
HJKS dengan Nuansa Suroboyo-an
Resepsi
perayaan HJKS ke-724 berlangsung semarak dengan nuansa khas Suroboyo-an.
Jajaran SKPD Pemkot Surabaya mulai dari lurah mengenakan baju cak dan ning
Suroboyo. Tak terkecuali wali kota Risma yang memakai kebaya merah marun
dibalut kerudung merah putih dan bawahan merah berpadu cokelat. Tiap pergantian
sesi acara upacara, diiringi dengan gamelan khas ludruk Suroboyo. 
Upacara
dibuka dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya oleh Ketua DPRD Surabaya.
Lantas pembacaan sambutan wali kota. Berikutnya, wali kota memberikan
penghargaan kepada masyarakat Surabaya dan instansi yang berprestasi.
Diantaranya dokter teladan tingkat Puskesmas, juara I pengembangan kelurahan
(Putat Jaya), Kecamatan Benowo sebagai juara I lomba sinergitas kecamatan, RSUD
BDH sebagai juara lomba sistem tata kearsipan kategori dinas. 
Semarak
upacara HJKS diakhiri dengan penampilan tari remo yang dibawakan 724 anak-anak.
Yang berbeda dari tahun lalu, perayaan HJKS ke-724 juga dimeriahkan oleh Tari
Tumbelo yang dibawakan 22 penari. Menariknya, penari tersebut langsung dari
Papua. Mereka adalah siswa/siswi dari SMPN 5 Manokwari.(budi) 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -













Most Popular