Tuesday, August 18, 2026
HomeBerita BaruNasionalMeriahkan HUT ke-81 RI di Tanah Paman Sam, Reog Ponorogo Guncang Washington...

Meriahkan HUT ke-81 RI di Tanah Paman Sam, Reog Ponorogo Guncang Washington DC

Jakarta, investigasi.today – Keagungan budaya Nusantara melintas ribuan kilometer melintasi samudra, hadir memukau di jantung ibu kota Amerika Serikat. Pertunjukan legendaris Reog Ponorogo menghiasi peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Wisma Indonesia, Washington D.C., Senin (17/8), menjadi bukti bahwa identitas bangsa tetap tegak meski terpisah jarak benua.

Tarian ikonik dengan topeng Singa Barong raksasa berhias bulu merak yang beratnya mencapai puluhan kilogram — yang telah resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan — tampil memukau memecah kehangatan suasana perayaan. Di bawah terik matahari dan tepuk tangan antusias warga Indonesia dan tamu undangan, seniman asal Ponorogo, Bandi Wiyono, dengan lincah mengangkat Dadak Merak menari penuh keperkasaan bersama kelompok seni Singolodoyo AS.

“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan dan dukungan untuk menampilkan kebanggaan budaya tanah kelahiranku di Washington. Ini bukan sekadar tarian, melainkan pesan bahwa budaya kita tetap hidup dan dihormati di mana pun berada,” ujar Bandi dalam keterangan KBRI Washington D.C.

Perayaan sakral diawali dengan Upacara Detik-Detik Proklamasi yang dipimpin Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, selaku Inspektur Upacara. Diiringi lantunan Indonesia Raya yang menggema, 17 anggota Pasukan Pengibar Bendera dengan penuh khidmat mengibarkan Sang Merah Putih. Para pemuda-pemudi itu telah melatih diri lebih dari delapan minggu demi menjaga kesempurnaan momen sakral tersebut.

“Mengibarkan bendera negara di peringatan kemerdekaan di Washington adalah kehormatan tak ternilai. Apalagi bagi saya — anak Indonesia yang lahir dan besar di Amerika — momen ini mengingatkan kembali akar dan jati diri bangsa,” ungkap Isaac Kaawoan, salah satu pengibar bendera.

Begitu prosesi resmi berakhir, suasana berubah penuh riuh kegembiraan. Pengumuman pemenang lomba busana nasional disusul ramainya jamuan kedutaan yang menyajikan kekayaan rasa kuliner Nusantara, diselingi alunan musik langsung dari band beranggotakan WNI dan diaspora. Lapangan tenis Wisma Indonesia pun berubah menjadi arena keseruan khas 17 Agustus: lomba makan kerupuk, kursi goyang, kelereng, hingga memasukkan pensil ke botol — diikuti tawa lepas anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Pengundian hadiah dan kehadiran truk makanan khas Indonesia makin melengkapi kemeriahan.

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, perayaan ini menjadi bukti nyata: kehangatan, persaudaraan, dan jati diri bangsa tak pernah pudar oleh jarak. Di tanah asing sekalipun, semangat kemerdekaan dan cinta tanah air tetap menyala, dijaga oleh setiap anak bangsa yang merantau. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular