Friday, October 9, 2026
HomeBerita BaruJatimRSPG Gresik Hadirkan Operasi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

RSPG Gresik Hadirkan Operasi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

GRESIK, Investigasi.today – Operasi tak selalu harus identik dengan sayatan besar dan pemulihan yang panjang. Perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan tindakan bedah melalui sayatan lebih kecil, salah satunya dengan teknik laparoskopi yang mulai dihadirkan RS Petrokimia Gresik (RSPG).

Layanan bedah minimal invasif ini menjadi bagian dari upaya RSPG menghadirkan pilihan penanganan medis yang lebih modern, dengan tetap mengutamakan ketepatan tindakan, keselamatan pasien, dan pemulihan sesuai kondisi masing-masing.

Berbeda dengan operasi terbuka yang umumnya membutuhkan sayatan lebih besar, laparoskopi memanfaatkan kamera khusus dan instrumen bedah yang dimasukkan melalui satu atau beberapa sayatan kecil. Gambar dari kamera ditampilkan pada monitor untuk membantu dokter melihat area operasi dan melakukan tindakan secara terarah.

Bagi pasien dengan indikasi yang sesuai, teknik ini berpotensi mengurangi trauma jaringan, menekan nyeri pascaoperasi, memperkecil bekas luka, serta mendukung pemulihan dan kepulangan dari rumah sakit yang lebih cepat.

Dokter Spesialis Bedah RSPG, dr. Caesar Ayuda, Sp.B, M.MedKlin, menjelaskan bahwa laparoskopi merupakan salah satu perkembangan penting dalam teknik pembedahan. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada jenis penyakit, kondisi pasien, dan kompleksitas operasi.

“Keunggulan laparoskopi terletak pada pendekatan operasi melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka pada kasus yang sesuai. Hal ini berpotensi mengurangi trauma pada jaringan, membantu mengurangi nyeri pascaoperasi, serta mendukung proses pemulihan sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat,” jelas dr. Caesar.

Ia menegaskan, pemilihan teknik operasi tidak bisa hanya didasarkan pada kecilnya sayatan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan metode yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan medis pasien.

“Laparoskopi bukan sekadar operasi dengan luka kecil. Dokter harus mempertimbangkan indikasi medis, manfaat, dan risikonya, serta memastikan pasien dipersiapkan dengan baik. Keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

Untuk memperkuat layanan tersebut, RSPG didukung tiga dokter spesialis bedah, yakni dr. Caesar Ayuda, Sp.B, M.MedKlin, dr. Anwar Yusuf, Sp.B, dan dr. Dono Marsetio, Sp.B.

Dukungan dokter spesialis ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit menyediakan layanan pembedahan sesuai kebutuhan pasien. Pelaksanaannya juga melibatkan dokter anestesi, perawat kamar operasi, serta tim perawatan pascaoperasi yang berperan dalam setiap tahapan penanganan.

Mulai dari pemeriksaan awal, penentuan metode operasi, persiapan tindakan, hingga pemantauan setelah operasi, seluruh proses perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.

Dengan demikian, layanan laparoskopi bukan hanya soal penggunaan teknologi, melainkan juga ketepatan diagnosis, kesiapan tim medis, dan pengawasan pasien secara menyeluruh.

Dari Usus Buntu hingga Gangguan Kandungan

Laparoskopi dapat digunakan untuk menangani sejumlah kondisi medis tertentu. Dalam bidang bedah umum, teknik ini antara lain dapat diterapkan pada operasi usus buntu dan pengangkatan kandung empedu akibat batu, sesuai indikasi medis.

Di bidang kebidanan dan kandungan, laparoskopi juga dapat menjadi pilihan untuk menangani kasus tertentu, seperti endometriosis, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan, serta prosedur pengangkatan rahim pada pasien yang memenuhi kriteria medis.

Meski menawarkan sejumlah keunggulan, laparoskopi tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap pasien. Dalam kondisi tertentu, operasi terbuka dapat lebih tepat atau diperlukan apabila ditemukan pertimbangan medis selama prosedur berlangsung.

Seperti tindakan bedah lainnya, laparoskopi tetap memiliki risiko, termasuk perdarahan, infeksi, dan cedera pada organ atau jaringan di sekitar area operasi. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menentukan metode penanganan.

Pilihan Lebih Modern, Keselamatan Tetap Utama

Bagi masyarakat yang masih mengkhawatirkan operasi, hadirnya teknik bedah minimal invasif memberikan pilihan yang patut diketahui. Namun, keputusan menjalani laparoskopi harus tetap berdasarkan diagnosis dan rekomendasi dokter, bukan semata-mata karena teknik tersebut menggunakan sayatan lebih kecil.

Melalui layanan laparoskopi yang didukung tiga dokter spesialis bedah, RSPG berupaya memperluas pilihan pelayanan bedah modern bagi pasien.

Pada akhirnya, kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari ketepatan penanganan, keselamatan pasien, dan kualitas perawatan yang diberikan sejak sebelum operasi hingga masa pemulihan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular