Thursday, May 23, 2024
HomeBerita BaruPeristiwaSEJARAH PONOROGO

SEJARAH PONOROGO

  • BATHORO KATONG MENDIRIKAN KADIPATEN
Menurut Babad Ponorogo
(Purwowidjoyo;1997), setelah Raden Katong sampai di wilayah Wengker, lalu
memilih tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman ( yaitu di dusun Plampitan
Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan sekarang). Melalui situasi dan kondisi yang
penuh dengan hambatan, tantangan, yang datang silih berganti, Raden Katong,
Selo Aji, dan Ki Ageng Mirah beserta pengikutnya terus berupaya mendirikan
pemukiman. Sekitar 1482 M eng konsulidasi wilayah mulai di lakukan.
Tahun 1482 – 1486 M, untuk mencapai
tujuan menegakkan perjuangan dengan menyusun kekuatan, sedikit demi sedikit
kesulitan tersebut dapat teratasi, pendekatan kekeluargaan dengan Ki Ageng Kutu
dan seluruh pendukungnya ketika itu mulai membuahkan hasil.Dengan persiapan
dalam rangka merintis mendirikan kadipaten didukung semua pihak, Bathoro Katong
(Raden Katong) dapat mendirikan Kadipaten Ponorogo pada akhir abad XV, dan ia
menjadi adipati yang pertama.
  • SEJARAH BERDIRINYA
Kadipaten Ponorogo berdiri pada
tanggal 11 Agustus 1496 Masehi, tanggal inilah yang kemudian di tetapkan
sebagai hari jadi kota Ponorogo. Penetapan tanggal ini merupakan kajian
mendalam atas dasar bukti peninggalan benda-benda purbakala di daerah Ponorogo
dan sekitarnya, juga mengacu pada buku Hand book of Oriental History, sehingga
dapat ditemukan hari wisuda Bathoro Katong sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo.
Bathoro Katong adalah pendiri Kadipaten Ponorogo yang selanjutnya berkembang
menjadi Kabupaten Ponorogo.
ASAL – USUL NAMA PONOROGO
Mengutip buku Babad Ponorogo karya
Poerwowidjojo (1997). Diceritakan, bahwa asal-usul nama Ponorogo bermula dari
kesepakatan dalam musyawarah bersama Raden Bathoro Katong, Kyai Mirah, Selo Aji
dan Joyodipo pada hari Jum’at saat bulan purnama, bertempat di tanah lapang
dekat sebuah gumuk (wilayah katongan sekarang). 
Didalam musyawarah tersebut di
sepakati bahwa kota yang akan didirikan dinamakan “Pramana Raga”yang akhirnya
lama-kelamaan berubah menjadi Ponorogo.

Pramana Raga terdiri dari dua kata:
Pramana yang berarti daya kekuatan, rahasia hidup, permono, wadi sedangkan Raga
berarti badan,j asmani. Kedua kata tersebut dapat ditafsirkan bahwa dibalik
badan, wadak manusia tersimpan suatu rahasia hidup(wadi) berupa olah batin yang
mantap dan mapan berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, aluwamah,
shufiah dan muthmainah. Manusia yang memiliki kemampuan olah batin yang mantap
dan mapan akan mnempatkan diri dimanapun dan kapanpun berada.(bud)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -













Most Popular