Selamatkan Generasi Kedepan Dengan Gerakan Sayang Ibu (GSI)

0

Lumajang, Investigasi.today – Dalam rangka memberikan pemahaman tentang program-program dan upaya–upaya terkait dengan Gerakan Sayang Ibu (GSI), Pemkab Lumajang menggelar Rapat Koordinasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) di Panti PKK Kabupaten Lumajang, Kamis (12/10). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Lumajang Hj. Tutuk As’at.

Gerakan sayang ibu adalah suatu gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat, bekerja sama dengan pemerintahan untuk meningkatkan perbaikan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan, dan nifas, serta penurunan angka kematian bayi.

Kepala Dinas Dalduk, KB & PP Kabupaten Lumajang, dr. Farida Alfawati, MPPM mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Ketua TP. PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas dan Pengurus Organisasi Wanita ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih mencintai dan menghargai peran seorang ibu. “Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan lembaga GSI di Kabupaten Lumajang dan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Lumajang,” ujar Farida Alfawati.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag mengutarakan betapa pentingnya seorang ibu. Menurutnya ibu adalah segalanya, jadi dianggap tepat adanya gerakan sayang ibu tersebut. “Kalau ibu mendapatkan pelayanan yang bagus akan melahirkan generasi yang bagus, ini merupakan catatan yang paling penting yakni memikirkan generasi penerus. Memikirkan generasi penerus dengan keinginan generasi yang bagus untuk itu gerakan sayang ibu harus dilakukan secara komprehensif berbagai macam hal harus dilakukan,” tutur Bupati As’at.

Lebih lanjut Bupati menegaskan bahwa Gerakan Sayang Ibu (GSI) tersebut bukan hanya sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) semata, namun hakikatnya sebagai upaya menyelematkan generasi kedepan. “Oleh karena itu gerakan sayang ibu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan meningkatkan kualitas SDM kita, semuanya harus bergerak. Semangatnya sekarang harus ditambah kalau kemarin hanya menyelamatkan ibu atau bayi saja, tapi lebih dari itu GSI adalah gerakan menyelamatkan generasi kita. Gerakan sayang ibu hakikatnya adalah menyelamatkan generasi yang berkualitas,” pungkas Bupati As’at. (Nur)