SMPN 1 Jetis ; Sekali Pencet, Pupuk Keluar Sesuai Takaran

0

Ponorogo, investigasi.today – Tiga siswa SMPN 1 Jetis, Ponorogo, membuat inovasi baru. Mereka, Azizah Bintang Tawangsari, Candrika Felix Hardiansah dan Yusril Wahid Sayfulloh membuat alat pemberi pupuk tanaman padi efisien dan hemat tenaga.

Biasanya proses pemupukan padi yang dilakukan petani dengan cara disebar. Namun kini, dengan alat buatan siswa SMP pemupukan bisa dilakukan secara tepat. Bagaimana tidak, alat yang hanya menghabiskan dana Rp 300 ribu ini mampu menyalurkan pupuk sesuai dengan umur tanaman.

Ketua kelompok, Azizah mengatakan alat ini juga berhasil menyabet juara dua dalam inovasi teknologi award 2017 kabupaten Ponorogo.

“Petani hanya perlu memencet tombol sehingga pupuk keluar sesuai takaran,” tuturnya kepada investigasi, Senin (18/12/2017).

Menurut Azizah, cara penggunaan alat pupuk seperti sprayer pada umumnya. Cuma bedanya tiap kali ingin memupuk, petani harus memencet tombol yang berada dipegangan tangan.

Azizah juga menjelaskan komponen yang digunakan untuk membuat alat ini. Mulai dari pipa PVC, kayu, mika akrilik sebagai tempat IC, baterai Lipo 5V, LCD dan motor servo.

“Khusus motor servo yang harus didatangkan dari Surabaya,” tambahnya.

Bagi ketiganya, kesulitan yang dihadapi saat membuat alat ini adalah bahasa pemrograman. Ketiganya harus belajar bahasa pemrograman. Beruntung karena kecintaannya terhadap bidang elektronika sekaligus ikut dalam ekstrakurikuler robotika, membuat ketiganya tidak mudah putus asa.

Kesulitan lainnya yang dihadapi, adalah pemilihan box penampung pupuk. Agar tak mudah berkarat, box dilapisi mika akrilik. Box ini mampu menampung 5 kilogram pupuk.

“Nanti dari layar LCD akan muncul derajat pembukaan untuk mengeluarkan pupuk,” imbuhnya.

Dengan alat ini, setidaknya pemupukan bisa lebih efisien dan tepat sasaran karena dengan tongkat yang dijadikan penyalur pupuk ke tiap tanaman.

“Untuk membuat alat ini kami hanya butuh waktu tiga hari saja,” pungkasnya. (agus/adi)