Monday, August 17, 2026
HomeBerita BaruJatimTangan Kosong, Rebutan Ikan, dan Tawa Warga: Meriahnya Ngubek Srumbung di Gresik

Tangan Kosong, Rebutan Ikan, dan Tawa Warga: Meriahnya Ngubek Srumbung di Gresik

Gresik, Investigasi.today – Suasana Waduk Srumbung, Desa Bulangan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, mendadak riuh, Minggu (16/8/2026). Ratusan warga tumpah ruah ke waduk bukan untuk sekadar menyaksikan, melainkan ikut berburu ikan gratis dalam tradisi Ngubek Srumbung.

Tradisi yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Bulangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sedekah Bumi sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tradisi ini digelar dua kali dalam setahun dan menjadi salah satu momen yang paling dinanti warga.

Sejak pagi, warga dari berbagai usia mulai anak-anak hingga orang dewasa memadati tepian waduk. Begitu aba-aba diberikan, mereka langsung turun ke area waduk dan berburu ikan dengan tangan kosong.

Aturannya cukup unik. Selama 15 menit pertama, peserta hanya diperbolehkan menangkap ikan menggunakan tangan. Setelah itu, barulah warga diperkenankan menggunakan alat tangkap tradisional.

Keriuhan pun pecah. Warga saling berkejaran memburu ikan yang dilepas panitia ke waduk seluas sekitar 6.272 meter persegi tersebut.

Beragam jenis ikan menjadi buruan, mulai mujair, bandeng, patin, gabus hingga tombro.

Panitia Ngubek Srumbung, Nasihin, mengatakan sebelum kegiatan dimulai, panitia terlebih dahulu melepas ikan dalam jumlah banyak ke waduk agar dapat dinikmati masyarakat.

“Sebelum acara panitia melepas banyak ikan,” kata Nasihin mewakili Pemdes Bulangan.

Menurut dia, tradisi tersebut bukan semata-mata soal mendapatkan ikan gratis. Lebih dari itu, Ngubek Srumbung menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bergembira dan memperkuat kebersamaan.

“Ini adalah salah satu ikhtiar kecil panitia untuk menghadirkan kebersamaan, kegembiraan, dan rezeki untuk warga Desa Bulangan,” ujarnya.

Bagi warga, keseruan menangkap ikan menjadi pengalaman tersendiri. Mujiono, salah seorang peserta, mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Bulangan tersebut.

“Alhamdulillah, ikannya bisa buat makan sekeluarga,” ucapnya.

Tradisi Ngubek Srumbung akhirnya bukan sekadar pesta menangkap ikan. Di tengah kemeriahan Sedekah Bumi dan momentum kemerdekaan, waduk berubah menjadi ruang kebersamaan—tempat warga berbagi kegembiraan sekaligus membawa pulang rezeki dari hasil tangkapan mereka. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular