Teguh Pamuji ; Rutan Medaeng Akan Prioritaskan Penempatan Napi Kalangan Anak

0

SIDOARJO,Investigasi.today – Narapidana kalangan anak akan menjadi prioritas utama saat mengemban tugas di Surabaya ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Rumah Tahanan klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo yang baru, Teguh Pamuji.

Ditambahkannya, untuk mempelajari kondisi di dalam Rutan pihaknya membutuhkan waktu satu hingga dua bulan kedepan.

“Saya belum tahu persis keadaan di dalam seperti apa. Yang jelas, dalam waktu satu atau dua bulan kedepan biarkan saya melihat langsung keadaan di dalam. Mana yang harus diperbaiki, mana yang harus dikurangi, dan mana juga yang perlu ditambah,” ujar Teguh Pamuji, usai serah terima jabatan dari pimpinan lama, Bambang Haryanto, di Rutan Medaeng, Rabu (29/8) kemarin.

Ditambahkan Teguh Pamuji. menjabat sebagai kepala rutan di Medaeng, merupakan tugas yang berat. Disatu sisi banyak program yang sudah dilakukan pimpinan yang lama, dan sudah diakui secara nasional.

“Ya, kalau bisa saya akan melebihi beliau. Kalaupun tidak, saya harus bisa melanjutkan program-program yang sudah dicanangkan beliau. Terutama memperbaiki system’ yang ada di rutan,” jelas pria yang Sebelumnya menjabat kepala Rutan Kalimantan Timur ini.

Meski begitu, ada beberapa program yang akan menjadi prioritas baginya untuk melakukan pembenahan. Terutama penempatan narapidana kalangan anak. Sejatinya, narapidana kalangan anak harus ditempatkan di tempat yang berjauhan dari narapidana dewasa. Hal itu sangat berpengaruh pada tingkat perilaku mereka kedepannya.

“Untuk lapas anak-anak seharusnya bukan disini tempatnya. Mereka harus ditempatkan di lapas khusus anak agar lebih tertata. Perlakuan anak ini biasanya melebihi yang dewasa. Namun, untuk prosesnya juga butuh waktu, melihat kondisi dan ruang yang ada,” tegasnya.

Berbeda dengan over kapasitas yang ada di dalam rutan. Menurutnya, hampir di seluruh Lapas maupun Rutan terjadi over kapasitas. Meski pemerintah menyediakan tempat yang baru, namun, hal itu bukan jaminan akan mengurangi tingkat kriminalitas.

“Yang ada justru bakal bertambah. Memang tempat yang baru merupakan solusi, tapi bisa jadi napi juga bertambah. Sementara ini kita efektifkan untuk dilayar atau dipindah dari lapas satu ke lapas yang lain,” tandasnya.

Sementara, Bambang Haryanto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Rutan Bojonegoro menambahkan, memang butuh waktu bagi pimpinan yang baru untuk mengetahui secara langsung kondisi yang ada didalam Rutan Medaeng. Selama ini, pihaknya sudah memindahkan 14 anak buahnya ke kantor wilayah Kemenkumham Jawa Timur, lantaran berkaitan dengan kedisiplinan petugas.

“Banyak hal, terutama tentang kedisiplinan, mengabaikan perintah dan lain-lain. Bahkan ada yang menjalin kedekatan dengan penghuni,” terangnya.

Harapannya, dengan keberadaan pimpinan yang baru di Rutan Medaeng bisa menjadikan Rutan kelas I Surabaya menjadi lebih baik lagi.(Kudori)