Tingkatkan Kemampuan Personil, DAMKAR Kota Batu Latihan di Kawasan Dispora

0

BATU, Investigasi.today – Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu melaksanakan simulasi kebakaran di kompleks stadion brantas tepatnya di areal parkir Dispora, Jum’at (11/9) kemarin.

Kegiatan tersebut untuk mengasah ketrampilan setiap personil. Hal tersebut sangat diperlukan agar kesiapan serta kecekatan personil menjadi semakin tajam meskipun kejadian pada beberapa waktu lalu sangat minim. 

Seperti disampaikan oleh Himpun Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran, bahwa sangat penting untuk selalu melaksanakan latihan pada personil agar badan tidak kaku, serta ketrampilan terhadap penanggulangan kebakaran semakin teruji dan kewaspadaan juga sangat baik. 

” Personil DAMKAR sudah lama tidak ada kegiatan karena memang kejadian kebakaran pada masa Covid -19 juga sangat minim, tetapi supaya tidak kaku, dan ketrampilan personil semakin teruji maka diadakan simulasi kebakaran ringan, selain itu juga untuk menguji segala perlengkapan yang dimiliki DAMKAR Kota Batu, ” jelas Himpun. 

Disampaikan bahwa DAMKAR Kota Batu saat ini masih kekurangan personil, karena, masih menurut Himpun bahwa seyogyanya personil DAMKAR untuk satu regu nya ada 15 orang jadi untuk tiga regu butuh minimal 45 orang. Untuk itu guna meminimalisir kekurangan personil, Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kota Batu bakal membentuk relawan di tiap desa/kelurahan agar pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Kota Batu bisa maksimal.

Sedangkan tiap desa/kelurahan minimal ada 5 relawan yang nanti diberi wawasan dan pelatihan mandiri oleh DPK. Harapannya, nanti mereka bisa menularkan informasi dan wawasan bagaimana penanggulangan kebakaran yang benar kepada masyarakat sekitar.

“Nanti kita akan latih mereka secara mandiri agar memiliki pengetahuan tentang pencegahan, pemetaan, dan pemadaman kebakaran. Keinginan kami relawan bisa menjadi paling pertama membantu jika sampai ada kebakaran di desa/kelurahan yang mereka tempati sebelum petugas datang,” ungkap Himpun, disela pemantapan skill petugas PMK di halaman selatan Stadion Brantas. 

Alasan pembentukan relawan, lanjut Himpun, sebagai antisipasi kekurangan personil yang ada di DPK. Sejauh ini DPK hanya memiliki 3 regu yang bertugasnya secara bergantian tiap 24 jam. Dalam regu hanya ada 8 personil saja, idealnya harus ada 15 personil tiap regu dengan tugas dan fungsi sendiri-sendiri.

“Bukan hanya personil, DPK Kota Batu juga kekurangan alat pelindung diri (APD) misal baju tahan api yang harganya Rp 90 juta tiap unitnya, dan sebagainya. Ini yang menjadi kekhawatiran DPK jika sewaktu-waktu ada kebakaran hebat. Sebab sekarang pembangunan di Kota Batu sangat pesat sehingga memunculkan  titik-titik rawan kebakaran lebih banyak,” imbuh Himpun.

Saat ini yang bisa dilakukan DPK hanya pematangan skill dan memaksimalkan alat pemadam sederhana yang ada. Seperti yang dilakukan sekarang, secara berkelanjutan petugas terus dibekali pemahaman.

“Fungsinya untuk mengenali dan menjaga petugas sendiri ketika bertugas memadamkan kebakaran, menentukan media yang cocok untuk memadamkan api, dan menentukan teknik strategi upaya pemadaman serta sistem memadamkan,” bebernya kembali. (bangir)