Saturday, July 20, 2024
HomeBerita BaruJatimTingkatkan Pengelolaan Pariwisata dan Kebudayaan, KWG - DPRD Gresik Gelar Dialog Publik

Tingkatkan Pengelolaan Pariwisata dan Kebudayaan, KWG – DPRD Gresik Gelar Dialog Publik

Gresik, Investigasi.today Salah satu kunci keberhasilan pariwisata di daerah adalah sinergitas semua instansi, mulai pusat hingga terendah di desa. Dengan kata lain, semua pemangku kepentingan harus menurunkan egosentrisnya masing-masing.

Itulah salah satu kesepakatan dari Dialog Publik yang digelar Komunitas Wartawan Gresik (KWG) salam rangkaian memperingati Hari Pers Nasional 2024, di Atrium GressMall, Rabu (24/4).

Dialog Publik bertema :Komitmen Pengelolaan Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Gresik’ berlangsung gayeng dan sangat hidup.

Dipandu moderator Wida, acara dihari kedua dari tiga hari Acara Tumpeng Nasi Krawu Raksasa ini, menghadirkan empat narasumber istimewa yaitu Ketua DPRD Kabupaten Gresik H Much Abdul Qodir S.Pd, Wakil Ketua DPRD Gresik H Ahad Nurhamin S.PI, M.SI. Juga hadir dua anggota caleg dari Gresik, yang lolos sebagai anggota DPR RI, yaitu Jiddan, SE, SH, MH dan Nila Yani Hardiyanti, .S.ikom.

Membuka dialog, Qodir yang terpilih sebagai anggota DPRD Propinsi Jatim ini menguraikan, sejak dua tahun lalu dewan membuat Persa Wisata dan Produk Unggulan Desa.

“Kalau disinergikan perda itu membuka peluang semua desa pasti membuat tempat wisata,” ujar politisi asal Kecamatan Wringinanom.

Namun berdasar hasil studi dengan Universitas Brawijaya Malang disebutkan, tempat wisata yang ditunjang potensi alam pasti laku.

Contoh Desa Srowo Kecamatan Sidayu, yang terkenal dengan kerupuk tayamum Yaitu kerupuk yang khusus digoreng dengan pasir.

“Sampai sampai seorang menteri bilang kalau ke Gresik, minta dibawakan Kerupuk Tayamum,” katanya.

Ketua DPRD Gresik ini mencontohkan, pengelolaan wisata religi makam wali. Terutama parkir dan retribusi.

“Harus banyak koordinasi tidak boleh ego egoan. Karena kalau tidak, justru akan timbul masalah baru,” katanya.

Tidak anya di makam wali, pemerintah harus hadir di semua tempat wisata yang sekarang dikelola oleh desa atau secara mandiri. Seperti di Kecamatan Menganti, ada Lontar Sewu dan Jati Sewu.

Sementara H Ahad Nurhamin S.PI, M.SI menegaskan, Gresik arus punya kebijakan makro dan mikrountuk kelola pariwisata dan kebudayaan.

Yang saya harapkan dari diskusi publik ini adalah, harus bisa menghasilkan rekomendasi. Baik untuk legislatif maupun eksekutif,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Gresik ini menegaskan, DPRD Gresik sudah menghasilkan empat Perda terkait pariwisata.

Di antaranya Perda Desa Wisata, Perda Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri.

‘Sekarang, kita sedang menyusun Perda Kemitraan Pengusaha Besar dan Kecil,” tambahnya.

Baik Qodir maupun Nurhamim.minta kepada Jiddan dan Nilannantinya harus sering mengundang OPD ke Jakarta untuk diajak ke kementrian guna mendapatkan anggaran.

“Kalau OPD hanya berharap dari anggaran rutin, mending tidur saja,” sindir Nurhamin.

Menanggapi itu, Jiddan dan Nila sama sama sepakat atas saran kedua seniornya. Keduanya juga sepakat bahwa, pariwisata di Gresik harus didongkrak.

“Kita berdua akan berusaha untuk menaikkan potensi wisata Gresik, terutama dari sisi anggaran melalui kementrian terkait,’ ujar Jiddan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular