Tokoh Nasional dan Elit Politik “Turun Gunung”, Ramaikan Pilwali Malang

0

MALANG, investigasi.today – Pertarungan Tokoh dan Elit Politik bakal berlangsung seru, siapa yang sanggup mengantarkan Jagonya untuk menjadi jawara dan menduduki Kursi Walikota Malang ?

Gempita Pemilihan Wali Kota Malang sangat terasa, tidak hanya menjadi ajang pertarungan Tiga Paslon (pasangan calon). Tapi, juga pertarungan Tokoh Nasional, seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Prabowo Subianto, serta Dua Kepala Daerah (Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Bupati Malang Rendra Kresna).

Masing-masing timses (tim sukses) sangat yakin bahwa tokoh yang menjadi Jurkam ( Juru Kampanye) bakal mendongkrak suara paslon. Pasangan Moch. Anton-Syamsul Mahmud (Asik) mengandalkan pengaruh Prabowo Subianto ( Ketum DPP Partai Gerindra), Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB Muhaimin Iskandar dan pengusaha sekaligus Ketum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo serta Moreno Soeprapto ( pembalap sekaligus Ketum DPC Gerindra Kota Malang ).

Sementara itu pasangan Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan) didukung penuh dua Kepala Daerah di Malang Raya. Yakni, Bupati Malang Rendra Kresna dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Tak ketinggalan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Tokoh Nasional yakni Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Selain politikus, pasangan yang diusung PDIP, PAN, PPP, Hanura, dan didukung Nasdem itu juga menerjunkan para artis. Di antaranya, pasangan Anang-Ashanty, Krisdayanti, Rieke Dyah Pitaloka, dan beberapa artis lain.

Sedangkan pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae) mengandalkan pengaruh dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Juga ada anak sulung SBY, yakni AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), anggota DPR RI Dapil (Daerah Pemilihan) Malang Raya Ridwan Hisjam, dan Gubernur Jatim Soekarwo.

Ketua Timses Asik Arief Wahyudi menyatakan, timnya bakal melibatkan ketua umum semua parpol pengusung dan pendukung. Arief yakin, peran masing-masing ketua umum parpol itu bisa mendongkrak perolehan suara pasangan Anton-Syamsul.

”Kami harapkan masing-masing ketua parpol bisa membawa suara anggotanya. Saya yakin suara anggota parpol pengusung dan pendukung solid,” kata mantan wakil ketua DPRD Kota Malang itu.

Menurut dia, Tokoh Nasional yang akan dilibatkan dalam Jurkam itu berperan penting dalam mendongkrak perolehan suara Anton-Syamsul. Apalagi ada Ketua Umum DPC Partai Gerindra Kota Malang Moreno Soeprapto dikenal dekat dengan pemilih milenial. Dengan demikian, bisa menggaet pemilih milenial hingga pengusaha.

Terpisah, Bacawali ( Bakal Calon Wali Kota) Ya’qud Ananda Gudban menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan figur yang akan mendongkrak perolehan suaranya, termasuk menerjunkan artis papan atas.

”Ada Mas Anang (Anang Hermansyah)- Mbak Ashanty dan Krisdayanti,” kata Nanda–sapaan akrab Ya’qud Ananda Gudban– kemarin.

Tak hanya itu, Nanda juga bakal mendatangkan tokoh-tokoh inspiratif. Seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Bupati Malang Rendra Kresna.

”Nanti juga ada Tokoh-tokoh Parpol, Bu Risma (Tri Rismaharini), Pak Rendra (Rendra Kresna), dan Bu Dewanti (Dewanti Rumpoko),” ucap ketua DPC Partai Hanura Kota Malang ini.

Jubir pasangan Menawan, Dito Arif menambahkan, timnya juga mendatangkan wali kota berprestasi, seperti Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

”Kami juga mendaftarkan artis dan semua Ketum Parpol pendukung dan pengusung untuk jadi jurkam,” kata Dito. ”Jadi, nantinya artis akan berafiliasi dengan partai,” tambah sekretaris DPC PAN Kota Malang itu.

Dito juga memaparkan, bergabungnya Dewanti Rumpoko dan Rendra Kresna di barisan Menawan sangat berperan penting. Salah satunya, diyakini mampu mendongkrak perolehan suara Menawan. Sebab, keduanya merupakan kepala daerah di Malang Raya.

”Ini juga menunjukkan jika pasangan Menawan menang, sinergitas kepemimpinan di Malang Raya bisa terjalin,” tuturnya.

Menurut Dito, semua kepala daerah yang berada di barisan Menawan tergolong berprestasi. Untuk itu, dia menyatakan, jika terpilih di Pilwali 27 Juni mendatang, Nanda juga akan membawa Kota Malang berprestasi.

”Prestasinya riil. Tidak sekadar penghargaan. Programnya juga langsung berdampak kepada masyarakat,” kata dia.

Mengenai target, Dito menjawab tegas. ”Target kami menang,” tandas ketua Granat (Gerakan Anti Narkoba) Kota Malang itu.

Hanya, masih kata dia, hingga kemarin pihaknya masih belum mengkalkulasi berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk mendatangkan artis hingga tokoh nasional tersebut. Sebab, dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) sendiri masih belum dikasih tahu kapan jadwal resmi kampanye dimulai. Dia memperkirakan hanya menghabiskan dana sekitar Rp 300 juta.

”Karena artisnya gratis,” terangnya.

Sementara itu, rencana SBY dan AHY menjadi jurkam pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko diungkap ketua timses Sae, M. Noor Wahyudi. ”Sesuai janji Pak SBY maupun AHY siap turun ke Kota Malang untuk memenangkan paslon Sae,” terangnya.

Bacawali Sutiaji menambahkan, kedatangan SBY dan AHY di Kota Malang juga bersamaan dengan kegiatan di Jawa Timur. ”Nantinya juga ada Pakde Karwo (Gubernur Jatim Soekarwo),” kata Sutiaji.

Sutiaji yakin, kedatangan SBY dan AHY bisa mendongkrak perolehan suaranya di Pilwali 2018. Sebab, keberhasilan SBY selama dua periode menjabat presiden RI sudah terukur. ”AHY juga calon pemimpin masa depan yang dekat dengan generasi milenial dan juga visioner,” kata wakil Wali Kota Malang itu.

Dengan keterlibatan SBY, AHY, Ridwan Hisjam, dan Soekarwo, Sutiaji optimistis bisa memenangkan pertarungan di Pilwali 2018. Dia yakin, timnya bisa merangkul semua golongan. Mulai kalangan milenial hingga pengusaha.

”Pakde Karwo (Soekarwo) adalah gubernur berprestasi, sedangkan RH (Ridwan Hisjam) adalah pengusaha yang dunia perpolitikannya tidak diragukan lagi,” katanya. ”Target kami meraih suara 60 persen,” pungkasnya. (Utsman/bangir)