Tolak Omnibus Law, Demo di Malang Berjalan Ricuh

0
Aksi anarkis pendemo di depan kantor DPRD Kota Malang

Kota Malang, Investigasi.today Aksi demo buruh menolak omnibus law di Kota Malang yang diikuti mahasiswa diwarnai kericuhan, polisi bertindak tegas karena pendemo bertindak anarkis dengan melempar batu dan petasan.

Kemudian aparat mengoperasikan dua mobil water cannon dan langsung menembakkan air, pendemo yang anarkistis akhirnya kocar-kacir meninggalkan lokasi, terlihat batu dan benda-benda lain berserakan di halaman gedung DPRD.

Akibat kericuhan kurang dari setengah jam itu, sejumlah fasilitas menjadi rusak. Seperti dua pos jaga Satpol PP milik DPRD dan beberapa motor yang diparkir di sebelah utara.

Meski polisi sudah menawarkan perwakilan pendemo untuk menyampaikan aspirasi-nya kepada DPRD Kota Malang, namun pendemo kembali merangsek ke pagar depan gedung DPRD yang berada di Jalan Tugu, Kota Malang.

Terlihat Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata memimpin langsung pengamanan unjuk rasa. Satuan pengendali massa (Dalmas) dari beberapa Polres disiagakan di area gedung DPRD, termasuk personel Brimob dengan atribut lengkap pengamanan unjuk rasa.

Melalui pengeras suara, aparat terus mengimbau agar mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya melakukannya secara santun dan tak melanggar hukum.

Namun pendemo dan juga mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan yang meminta agar omnibus law Cipta Kerja dibatalkan terus melontarkan cacian kepada DPRD.

Merespon aksi demo tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah mengaku siap menerima perwakilan mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi. “Kami siap menerima adik-adik mahasiswa, dan mendengarkan aspirasi yang akan disampaikan,” tandasnya.

“Kami sangat menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan adik-adik mahasiswa,” sesalnya. (Bangir)