Tsunami Menerjang, Korbanpun Berjatuhan

0


Gelombang dahsyat jungkir balikan kendaraan

JAKARTA, Investigasi.Today – Masyarakat dan pengunjung di kawasan Pantai Anyer, Banten panik karena datangnya gelombang besar yang menerjang. Mereka akhirnya memilih untuk mengevakuasi diri dengan menjauhi area pantai dan menuju ke tempat yang lebih tinggi.

Sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba air laut di kawasan Pantai Anyer naik cepat dan menerjang Hotel Salsa Beach di kawasan Pantai Karang bolong hingga porak poranda. Air laut masuk ke dalam hotel. Jarak antara permukaan tanah di hotel dengan air laut sekitar 2 meter.

Mobil-mobil pengunjung yang terparkir teseret air laut, terimbang ambing menabrak tembok dan pohon. Angin bertiup sangat kencang, membuat atap hotel Salsa Beach roboh, jendela-jendela kaca pecah dan jatuh berhamburan. Sejak pagi terdengar suara dentuman kencang dari Gunung Anak Krakatau.

Terkait kejadian ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru akibat tsunami di Selat Sunda. Bencana yang terjadi karena anak Gunung Krakatau ini menimbulkan kerusakan di Pandeglang, Lampung Selatan, dan Serang. Korban jiwa juga berjatuhan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan “ penyebab tsunami di Pandeglang dan Lampung Selatan adalah kemungkinan kombinasi dari longsor bawah laut akibat pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang saat purnama. BMKG masih meneliti lebih jauh untuk memastikan penyebab tsunami,” ungkapnya, Minggu (23/12).


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

“Data sementara hingga pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data,” ungkapnya.

Untuk Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur. Data sementara tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka dan 2 orang hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka.

Sampai saat ini penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan,” pungkasnya. (Ink)