
Gresik, Investigasi.today – Pengungkapan penyalahgunaan 17 ribu liter solar bersubsidi dan penggagalan peredaran narkotika jenis sabu menjadi catatan penting kinerja Polres Gresik sepanjang 2026. Atas capaian tersebut, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memberikan penghargaan kepada 27 personel yang dinilai berkontribusi dalam sejumlah pengungkapan kasus strategis dan peningkatan kinerja institusi.
Penghargaan diserahkan dalam upacara di Aula Rupatama SAR Polres Gresik, Selasa (24/6/2026), yang dihadiri jajaran pejabat utama, kapolsek, perwira, bintara, hingga aparatur sipil negara (ASN) Polres Gresik.
Di tengah sorotan terhadap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi dan peredaran narkotika yang masih menjadi ancaman, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap personel yang berhasil mencatatkan capaian di lapangan.
Sebanyak 12 personel Satreskrim menerima penghargaan setelah berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan solar subsidi dengan barang bukti mencapai 17 ribu liter. Sementara tujuh personel Satresnarkoba diganjar penghargaan atas keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika golongan I jenis sabu dengan total barang bukti sekitar 173,917 gram.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi nyata anggota dalam mendukung tugas kepolisian serta program unggulan “Jogo Gresik”.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol. Ini merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap anggota yang menunjukkan kinerja luar biasa dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Ramadhan.
Selain personel lapangan, penghargaan juga diberikan kepada enam anggota Sattahti yang meraih Juara II implementasi Aplikasi SIMATAHTI Triwulan I Tahun 2026 serta dua personel Sikeu yang turut mengantarkan Polres Gresik meraih penghargaan Kapolri atas capaian 100 persen Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2025.
Meski memberikan apresiasi kepada anggota berprestasi, Ramadhan menegaskan penghargaan harus berjalan beriringan dengan penegakan disiplin internal. Menurutnya, setiap pelanggaran disiplin maupun tindak pidana yang dilakukan anggota tetap akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Reward dan punishment harus berjalan seimbang. Prestasi diberikan penghargaan, sementara pelanggaran harus ditindak sesuai aturan,” tegasnya.
Bagi Polres Gresik, penghargaan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan BBM bersubsidi hingga peredaran narkoba, capaian para personel dinilai menjadi indikator penting efektivitas kerja kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. (Ink)


