Waspada Corona, Pemprov Luncurkan FOVID-19 JATIM

0

Surabaya, Investigasi.today – Waspada corona, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Forum Obrolan Tanya Jawab Real Time Chat FOVID-19 JATIM di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3) oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Gubernur, yang diinginkan dalam Chat FOVID-19 JATIM ini adalah karena sangat mungkin masyarakat jika bertelepon bersuara karena merasa riskan dengan keluarga atau temannya merasa tidak enak. Maka, mereka bisa chating berkonsultasi lebih dalam dan luas dengan mengunjungi akses FOVID-19 JATIM untuk menayakan perihal yang berkaitan dengan virus corona atau COVID-19.

Sementara itu. Dr Jibril yang bertanggung jawab dalam Chat FOVID-19 JATIM yang baru diluncurkan mengatakan, bahwa didalam  FOVID-19 JATIM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang banyak ingin tahu setelah Medical Check Up atau tes kesehatan malah berisiko.  “Setelah berisiko terus bagaimana ?. Pertanyaan-pertanyaan masyarakat tersebut bisa dijawab melalui CHAT FOVID-19 JATIM,” ujar Jibril.

Menurut Jibril, di Jawa Timur kata Gubernur Jawa Timur ada 15 ribu relawan yang tergabung dalam relawan COVID-19 Kemendikbud akan bisa mensupport di FOVID-19 JATIM. Karena mereka itu dari mahasiswa dan tenaga kesehatan yang siap dan membantu untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyan masyarakat. Masyarakat juga bisa menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kemudian tim relawan akan membantu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sedang meresahkan masyarakat.

Seperti dicontohkan, klorofil ini dianggap sebagai salah satu obat COVID-19, kemudian masyarakat banyak yang belanja dan membelinya. Kemudian benarkah bahwa klorofil itu bisa menyembuhkan COVID-19 itu nanti bisa ditanyakan ke FOVID-19 JATIM dan akan dijawab oleh para relawan dokter, perawat atau renaga medis kesehatan lainnya.

Menurut Jibril, ternayata Klorofil ini memang sudah dikembangkan untuk pengobatan COVID-19, tetapi jika digunakan tanpa adanya supervisi justru berbahaya. Seperti di Amerika Serikat, ada masyarakat yang mengkonsumsi klorofil malah meninggal karena tanpa adanya supervisi dari dokter. “Untuk itu, jangan membeli klorofil tanpa konsultasi dengan dokter,” tuturnya.  (Lg)