Thursday, January 22, 2026
HomeBerita BaruJatimManfaatkan Kulit Mangga, Tim ITS Raih Perunggu di Ajang WINTEX 2020

Manfaatkan Kulit Mangga, Tim ITS Raih Perunggu di Ajang WINTEX 2020

Surabaya, Investigasi.today – Berkat menyulap ekstrak kulit mangga menjadi agen inhibitor korosi logam SS-304 yang ramah lingkungan, tim mahasiswaInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencetakprestasi. Tim yang bernama Platinum tersebut berhasil meraihmedali perunggu dalam ajang berskala internasional World Invention and Technology Expo (WINTEX): Indonesia Inventors Day (IID) 2020 kategori the International STEM-based Innovation Competition yang diumumkan secara daring, Minggu (29/11) lalu.

Penelitian yang berjudul Ekstrak Kulit Mangga sebagai AgenPenghambat Korosi pada Logam SS304 tersebut digagas olehtim yang berasal dari Departemen Kimia, Fakultas Sains danAnalitika Data ITS dan diketuai oleh Ahnaf. Empat anggotanyaadalah Tiara Mahendra Kurniawati, Ulfa Miki Fitriana, Hafildatur Rosyidah, dan Mohamad Ikbal Pangestu. 

Salah satu anggota Tim Platinum, Mohamad Ikbal Pangestu, menjelaskan bahwa gagasan untuk menciptakan inhibitor lewatekstrak kulit mangga tercetus setelah Tim Platinum melihatfakta lapangan, di mana kulit mangga tidak banyak diolah danberakhir menjadi sampah organik. Hal tersebut dimanfaatkanoleh Tim Platinum untuk membuat zat yang dapatmemperlambat laju korosi. “Kita menggunakan kulit manggakarena kulit mangga sering dibuang dan menjadi limbah organic begitu saja,” tutur Ikbal.

Alasan Tim Platinum memilih kulit mangga karena mengandungsenyawa flavonoid. Yakni merupakan kelompok senyawabioaktif yang banyak ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari tumbuhan, dan salah satu sumber flavonoid terbanyak adalah kulit mangga. 

Berdasarkan keterangan Ikbal, flavonoid merupakan salah satujenis antioksidan dan bisa berperan dalam menghambat lajukorosi. “Nah dengan adanya antioksidan itu maka pengaratan(korosi) bisa ditahan, sehingga kulit mangga bisa menjadiinhibitor untuk laju korosi,” papar mahasiswa yang jugamenjabat sebagai public relations di tim robot terbangBayucaraka ITS.

Mahasiswa berusia 20 tahun itu juga memaparkan terkaitkesulitan yang dihadapi Tim Platinum selama mengikutikompetisi WINTEX tersebut. Menurutnya, tantangan terbesarbagi tim adalah terkait dengan komunikasi dan koordinasi timkarena kegiatan lomba dilaksanakan secara daring. “Tantanganterbesar bagi kami selama mengikuti kompetisi ini adalahkomunikasi dan koordinasi antar tim yang sepenuhnya harusdilakukan secara online,” ungkap Ikbal. 

Meski ada kendala komunikasi dan koordinasi tersebut, Ikbalmenjelaskan bahwa eksperimen dan pengolahan data terkaitekstrak kulit mangga sudah dilaksanakan sebelum adanyapandemi yang menyebabkan perkuliahan secara daring. “Hal itudikarenakan pada awalnya kami sudah berniat mengikutikompetisi yang serupa secara luring yaitu Shanghai Expo,” bebernya.

Penelitian yang sempat diusung sebagai topik dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) 2018 lalu danberhasil mendapat pendanaan tersebut juga pernah meraihmedali emas di ajang ingternasional sebelumnya. Yakni di ajangKorea International Women’s Invention Exposition (KIWIE)2020 lalu.

Mahasiswa angkatan 2018 itu berharap agar inovasi terkait zatinhibitor dari ekstrak kulit mangga ciptaan timnya tersebut dapatmemberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya untukinhibitor korosif terhadap logam. (Lg)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular