
Brebes, investigasi.today – Warga Kompleks Sokawera RT 03/02 Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes digemparkan dengan aksi seorang ibu rumah tangga bernama Kanti Utami (35) tega membunuh anaknya yang masih berusia 6 tahun.
Peristiwa itu terjadi dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Korban meninggal bernama Atiya yang merupakan anak kedua pelaku dan masih duduk di bangku kelas 1 SD.
“Yang meninggal anak kedua, digorok ibunya,” ujar salah seorang warga, Minggu (20/3).
Pelaku juga sempat hendak membunuh 2 anaknya yang lain. Namun gagal karena 2 anaknya kabur dan sembunyi di kamar. Mereka berteriak sehingga mengundang warga untuk datang dan mendobrak pintu kamar.
Iwan, warga Sokawera yang turut mendobrak rumah Kanti Utami. Ia menuturkan, habis salat Subuh, ia mengeluarkan motor. Tiba-tiba ia mendengar ribut-ribut dan jeritan anak di rumah Kanti Utami. Setelah mendobrak masuk, Iwan melihat anak terluka parah dan ada yang terlentang. Ia pun menolong anak itu dengan membawanya ke Puskesmas.
Ia mengenal Kanti Utami sebagai perias pengantin dan suaminya berada di Jakarta. “Orangnya diem, jarang ngobrol,” ujarnya.
Menurut informasi, anak yang pertama perempuan bernama Sakhi. Sedangkan anak anak ketiga laki-laki bernama Emir. Keduanya mengalami luka di leher dan dilarikan ke Puskesmas Tonjong.
“Pelaku sudah diamankan. Sementara korban meninggal masih dievakuasi,” ungkap.
Kanti membuat pengakuan usai membunuh anaknya. Berbicara dari dalam sel penjara, dia mengaku ingin menyelamatkan anak-anaknya. Meski dengan cara yang salah, dia meyakini kematian anak-anaknya adalah jalan terbaik.
“Saya ingin menyelamatkan anak-anak saya biar enggak hidup susah. Enggak perlu ngerasain sedih. Harus mati biar enggak sedih kayak saya,” katanya dalam sebuah video yang diterima.
Dia mengaku selama ini kurang kasih sayang. Dia mengaku sudah tidak sanggup lagi hidup dengan ekonomi yang pas-pasan. Apalagi, dia mengaku suaminya sering menganggur.
“Saya ini gak gila. Pingin disayang sama suami, suami saya sering nganggur. Saya gak sanggup lagi kalau (suami) kontraknya habis terus nganggur lagi,” akunya.
Saat ini, petugas dari Polsek Tonjong masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk kepentingan penyidikan. (Sev)


